AMBON, N25NEWS.id – Kepengurusan baru Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Ambon periode 2026–2030 langsung memasang target besar. Di bawah kepemimpinan Ketua IPSI Kota Ambon, Fenly Masawoy, organisasi ini berkomitmen membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan melalui kompetisi berjenjang demi melahirkan pesilat berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kota Ambon, Maluku, hingga Indonesia.
Fenly menegaskan, fokus utama kepengurusannya bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi memastikan atlet memiliki ruang pembinaan dan kompetisi yang konsisten mulai dari usia dini hingga tingkat dewasa.
“Komitmen kami adalah meningkatkan prestasi pencak silat Kota Ambon. Atlet tidak akan lahir begitu saja tanpa pembinaan dan kompetisi yang rutin.
Karena itu, kami akan menghadirkan kejuaraan secara berjenjang mulai usia dini, pra remaja hingga dewasa sebagai persiapan menuju POPMAL, Porprov bahkan PON,” ujarnya.
Menurutnya, dalam waktu dekat IPSI Kota Ambon mulai mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Maluku (POPMAL). Namun, pelaksanaan seleksi masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari IPSI Provinsi Maluku maupun KONI terkait mekanisme pelaksanaan kejuaraan.
Fenly mengatakan, selama ini setiap perguruan silat di Kota Ambon tetap melakukan pembinaan secara mandiri.
Meski demikian, para atlet sangat membutuhkan kompetisi sebagai wadah mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan mental bertanding.
“Kejuaraan adalah kebutuhan atlet. Tugas IPSI adalah menyediakan panggung bagi mereka agar kemampuan terus berkembang. Target kami minimal satu hingga dua kejuaraan setiap tahun sehingga pembinaan berjalan berkesinambungan,” katanya.
Selain memperbanyak kompetisi, IPSI Kota Ambon juga akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai lembaga lainnya untuk memperbanyak agenda kejuaraan.
Menurut Fenly, sinergi lintas sektor menjadi strategi penting agar pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada program IPSI, tetapi mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami ingin membuka akses seluas-luasnya. Sekolah memiliki banyak bibit atlet, begitu juga TNI dan Polri yang sering menggelar kejuaraan. Semua pihak dapat menjadi mitra dalam membangun prestasi pencak silat Kota Ambon,” jelasnya.
Terkait persiapan menghadapi Porprov Maluku, IPSI Kota Ambon masih menunggu keputusan KONI mengenai format pelaksanaan, apakah melalui seleksi tingkat kecamatan atau kejuaraan kota cabang olahraga.
Apa pun mekanisme yang ditetapkan, Fenly memastikan IPSI Kota Ambon siap memfasilitasi para atlet agar dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan maksimal.
“Kami siap menjalankan seluruh mekanisme yang ditetapkan. Prinsipnya, IPSI Kota Ambon akan memastikan atlet-atlet terbaik mendapat kesempatan bertanding dan membawa prestasi bagi Kota Ambon,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, kepengurusan baru IPSI Kota Ambon diharapkan mampu membangun ekosistem pembinaan pencak silat yang lebih terstruktur, sehingga melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap bersaing di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.