AMBON, N25NEWS.id-Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat kualitas pelayanan darurat bagi masyarakat dengan meningkatkan kompetensi personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar).
Langkah ini diharapkan berdampak langsung pada kecepatan penanganan kebakaran, penyelamatan korban, hingga berbagai kondisi darurat yang mengancam keselamatan warga.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat membuka In House Training Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kualifikasi Pemadam I Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Tahun 2026 di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon, Jumat (10/7/2026).
Menurut Wali Kota, keberadaan Damkar saat ini tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi kebakaran. Personel juga menjadi garda terdepan dalam berbagai operasi penyelamatan, mulai dari evakuasi ular yang masuk ke permukiman, penanganan sarang tawon, penyelamatan korban, hingga berbagai kondisi darurat lainnya yang langsung bersentuhan dengan keselamatan masyarakat.
“Petugas pemadam kebakaran Kota Ambon selalu siaga 24 jam dan bergerak cepat setiap menerima laporan masyarakat. Pelayanan seperti ini patut dipertahankan dan terus ditingkatkan,” kata Bodewin.
Ia mengapresiasi kinerja Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon di bawah kepemimpinan Alfredo Hehamahua yang dinilai semakin responsif dalam melayani kebutuhan masyarakat.
Bodewin menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi investasi penting bagi pelayanan publik.Menurutnya, pendidikan dan pelatihan tidak boleh dipandang hanya sebagai syarat memperoleh sertifikat, tetapi harus melahirkan personel yang memiliki kompetensi, disiplin, karakter, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat saat menghadapi situasi darurat.
Semakin baik kemampuan personel, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh pertolongan yang cepat dan tepat sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran dan bencana dapat ditekan.
Selain peningkatan kapasitas personel, Pemerintah Kota Ambon juga terus berupaya memperkuat sarana pendukung. Wali Kota mengakui jumlah armada pemadam kebakaran masih perlu ditambah untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas bantuan satu unit mobil pemadam kebakaran yang dinilai akan memperkuat kesiapsiagaan layanan darurat di Kota Ambon.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar mampu memberikan pelayanan yang semakin cepat, profesional, dan humanis kepada masyarakat,” ujarnya.
Mengusung tema “Melalui Diklat Pemadam, Kita Tingkatkan Kompetensi, Kedisiplinan dan Profesionalisme untuk Mewujudkan Pemadam Kebakaran yang Tangguh, Cepat, dan Humanis,” pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Ambon meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang penyelamatan.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon Harry Putra Far Far, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon Alfredo Hehamahua, para instruktur, pemateri, serta seluruh peserta diklat.
Dengan peningkatan kompetensi personel dan penguatan armada, masyarakat Kota Ambon diharapkan memperoleh layanan darurat yang semakin cepat, profesional, dan mampu memberikan rasa aman ketika menghadapi kebakaran maupun situasi penyelamatan lainnya.(**)