AMBON, N25NEWS.id – Penunjukan Ahmad Riyad sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Maluku oleh disambut antusias insan sepak bola di Maluku.
Keputusan tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk mengakhiri kevakuman roda organisasi Asprov PSSI Maluku yang terjadi setelah masa jabatan kepengurusan sebelumnya berakhir pada Februari lalu.
Pemerhati sepak bola Maluku, , mengatakan penantian panjang insan sepak bola akhirnya terjawab setelah Ketua Umum PSSI menunjuk Plt Ketua Asprov PSSI Maluku.
Menurutnya, kehadiran Plt Ketua harus segera diikuti dengan langkah nyata untuk mengaktifkan kembali program kerja, agenda pembinaan, serta kegiatan kompetisi sepak bola di Maluku.
“Sudah terlalu lama roda organisasi tidak berjalan. Dengan adanya Plt Ketua, Asprov PSSI Maluku harus kembali menjalankan agenda-agenda organisasi, termasuk mempersiapkan kongres untuk pemilihan Ketua Asprov PSSI Maluku definitif pada tahun 2027,” kata Jondry.
Ia menilai, tugas Plt Ketua tidak hanya sebatas menjalankan administrasi organisasi, tetapi juga membangun koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten dan kota.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menyukseskan agenda PSSI di Maluku, mulai dari pembinaan usia dini, pelaksanaan kompetisi, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, hingga persiapan menghadapi berbagai event olahraga daerah maupun nasional.
“Plt Ketua harus mampu berkoordinasi dengan gubernur, bupati dan wali kota agar agenda sepak bola Maluku bisa berjalan. Sepak bola tidak bisa dibangun sendiri oleh organisasi, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Jondry berharap Ahmad Riyad dapat menjalankan amanah tersebut secara profesional, adil, dan jujur dalam menata kembali organisasi sepak bola Maluku hingga terpilihnya ketua definitif.
Ia juga mendorong Asprov PSSI Maluku untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah, klub, akademi, sekolah sepak bola, pelatih, mantan pemain, serta komunitas sepak bola di seluruh wilayah Maluku.
“Harapannya, Asprov PSSI Maluku bisa kembali menjadi rumah bersama untuk membangkitkan sepak bola Maluku. Organisasi harus ditata, kompetisi harus berjalan, dan pembinaan pemain muda harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Terkait figur calon Ketua Asprov PSSI Maluku ke depan, Jondry menilai setiap putra-putri terbaik Maluku memiliki kesempatan untuk maju selama memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI.
Menurutnya, proses pemilihan harus berjalan terbuka, demokratis, dan tidak menghalangi figur yang memiliki niat baik serta kapasitas membangun sepak bola Maluku.
“Siapa saja boleh mencalonkan diri selama memiliki niat mulia membangun sepak bola Maluku dan memenuhi aturan Statuta PSSI, termasuk berdomisili di Maluku. Yang paling penting adalah komitmen untuk membawa sepak bola Maluku kembali berprestasi,” pungkasnya.
Editor : Redaksi