AMBON, N25NEWS.id – Siswa tidak hanya dituntut berprestasi di kelas, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, keterampilan hidup (life skills), serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat di tengah berbagai tantangan zaman.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku bersama Dinas Sosial Provinsi Maluku mulai mempersiapkan pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di Sekolah Rakyat.
Program ini diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi siswa agar tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu merencanakan masa depan secara sehat dan bertanggung jawab.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE, dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, R. Affandy Z. Hassanusi, S.STP., M.Si., yang turut dihadiri Koordinator Sekolah Rakyat Provinsi Maluku, Putra Giovany Kainama, S.Sos., M.Si., serta Kepala Sekolah Rakyat Maluku, Afia Fransina Joris, S.Pd, di Kantor Dinas Sosial Provinsi Maluku, Ambon, Kamis (23/7/2026).
Dr. Edi Setiawan menjelaskan bahwa PIK-R merupakan wadah yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja melalui pendekatan teman sebaya. Melalui program ini, siswa dapat memperoleh edukasi, informasi, konseling, sekaligus mengembangkan keterampilan hidup yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.
“PIK-R menjadi ruang belajar bagi remaja untuk saling berbagi informasi, mengembangkan potensi diri, membangun karakter, serta mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang berkualitas. Melalui PIK-R, remaja diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Edi.
Menurutnya, kehadiran PIK-R di Sekolah Rakyat tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi remaja, seperti pengaruh negatif media digital, perundungan, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental, keberadaan PIK-R diharapkan menjadi ruang aman (safe space) bagi siswa untuk berkonsultasi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan pendampingan melalui pendidik maupun konselor sebaya.
“Pembinaan remaja harus dimulai sejak dini agar lahir generasi yang tangguh, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, R. Affandy Z. Hassanusi, menyambut positif rencana pembentukan PIK-R di Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan tujuan Sekolah Rakyat yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
Ia menilai kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN dan Dinas Sosial menjadi langkah strategis untuk menghadirkan lingkungan sekolah yang mampu mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penyusunan skema pembentukan PIK-R di Sekolah Rakyat di Provinsi Maluku. Melalui sinergi kedua instansi, PIK-R diharapkan menjadi pusat pembinaan remaja yang melahirkan Generasi Berencana (GenRe) yang sehat, berkarakter, memiliki life skills, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Sumber : Bkkbn Maluku
Editor : Redaksi