Dari Sampah Jadi Pembayar Listrik, RT 003/RW 002 Negeri Hative Besar Jadi Percontohan Gerakan Lingkungan di Ambon

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai kini berubah menjadi sumber manfaat bagi masyarakat. Melalui Program Bayar Listrik dengan Sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama PT PLN (Persero) mengajak warga menjadikan sampah sebagai tabungan untuk membayar tagihan listrik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Program tersebut resmi diluncurkan bersamaan dengan Pameran Daur Ulang Hasil Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan peresmian RT 003/RW 002 Negeri Hative Besar sebagai RT Percontohan Binaan PLN Peduli, di Lapangan Bola Voli Wailette, Kecamatan Teluk Ambon, Jumat (24/7/2026).

Penetapan RT 003/RW 002 sebagai kawasan percontohan menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan terkecil. Melalui program ini, warga didorong untuk membiasakan memilah sampah sejak dari rumah, mengelolanya secara mandiri, dan mengubahnya menjadi nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk membayar rekening listrik.

Peluncuran program dihadiri perwakilan General Manager PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, pimpinan OPD lingkup Pemkot Ambon, Ketua Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Pattimura, Forkopimcam Teluk Ambon, Pemerintah Negeri Hative Besar bersama Saniri Negeri, akademisi, praktisi lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para kepala sekolah.

Dalam sambutan Wali Kota Ambon yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries Gaspers, ditegaskan bahwa persoalan sampah kini tidak lagi sekadar urusan kebersihan, tetapi telah menjadi tantangan pembangunan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, perubahan iklim, dan keberlanjutan lingkungan.

Ia mengungkapkan, meningkatnya aktivitas ekonomi dan penggunaan produk sekali pakai menyebabkan volume sampah di Kota Ambon terus bertambah. Karena itu, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan ke tempat pembuangan akhir, tetapi membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat.

“Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai barang buangan, maka persoalan ini tidak akan pernah selesai. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Pemkot Ambon mengajak seluruh warga meninggalkan pola lama “kumpul, angkut, buang” menuju budaya baru “kurangi, pilah, olah, dan manfaatkan.” Perubahan perilaku tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kota yang bersih dan berkelanjutan.

Menurutnya, rumah tangga merupakan garda terdepan dalam pengelolaan sampah.

Dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah, masyarakat tidak hanya membantu mengurangi beban sampah kota, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi melalui program pembayaran listrik.

“Program ini mengajarkan bahwa sampah bukan lagi beban, tetapi aset yang dapat memberi manfaat nyata bagi keluarga,” katanya.

Selain membantu masyarakat memenuhi kewajiban pembayaran listrik, Program Bayar Listrik dengan Sampah juga diharapkan mampu membentuk budaya menabung, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pemkot Ambon berharap keberhasilan RT 003/RW 002 Negeri Hative Besar dapat menjadi inspirasi bagi RT, RW, desa, negeri, dan kelurahan lainnya di Kota Ambon untuk membangun gerakan serupa.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, PLN, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat, Ambon diharapkan mampu menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan memiliki budaya baru dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Di akhir kegiatan, Pemkot Ambon memberikan apresiasi kepada PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara melalui Program PLN Peduli, Pemerintah Negeri Hative Besar, serta seluruh kelompok masyarakat yang telah berkontribusi menjadikan RT 003/RW 002 sebagai percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan kolektif yang mampu mengubah wajah pengelolaan sampah di Kota Ambon.

Penulis : Stenly Kailuhu

Editor   : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *