AMBON, N25NEWS.id – Bursa calon Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Ambon periode 2026–2030 mulai menghangat. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) FPTI Kota Ambon, Muhammad Syarul atau yang akrab disapa Bang Rakhen, menyatakan kesiapannya maju dalam Musyawarah Pengurus Kota (Muskot) FPTI Kota Ambon yang akan digelar dalam waktu dekat.
Bang Rakhen menegaskan pencalonannya bukan sekadar meramaikan kontestasi organisasi, melainkan didorong oleh komitmen kuat untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi olahraga panjat tebing di Kota Ambon.
Menurutnya, FPTI Kota Ambon membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghadirkan inovasi, semangat kolaborasi, dan pembinaan yang berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat regional maupun nasional.
“Saya maju bukan hanya untuk menjadi ketua, tetapi membawa konsep besar dengan semangat kepemimpinan anak muda yang elegan, terbuka, dan berorientasi pada prestasi,” ujar Bang Rakhen.
Pengusaha muda asal Kota Ambon itu mengungkapkan, jika dipercaya memimpin FPTI Kota Ambon, fokus utamanya adalah membangun sistem pembinaan atlet sejak usia dini. Selain itu, ia juga akan memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kapasitas pelatih, wasit, dan juri agar pembinaan olahraga panjat tebing berjalan lebih profesional.
Rakhen menilai keberhasilan sebuah organisasi olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya kejuaraan yang diikuti, tetapi juga dari keberhasilan mencetak atlet secara berjenjang dan memiliki perangkat organisasi yang kompeten.
Saat ini, dirinya mengaku tengah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun dukungan menjelang pelaksanaan Muskot.
Di sisi lain, Bang Rakhen mengajak seluruh bakal calon Ketua Umum FPTI Kota Ambon untuk menjadikan Muskot sebagai ajang adu gagasan, bukan sekadar perebutan jabatan.
Ia berharap seluruh kandidat dapat duduk bersama memaparkan visi dan konsep terbaik bagi masa depan panjat tebing Kota Ambon. Siapa pun yang nantinya terpilih, menurutnya, harus mendapat dukungan penuh dari semua pihak demi kemajuan organisasi.
“Kompetisi ini harus menjadi ruang lahirnya ide-ide terbaik. Setelah Muskot selesai, tidak boleh ada lagi sekat. Semua harus bersatu mendukung kepengurusan yang terpilih agar panjat tebing Kota Ambon semakin berprestasi dan mampu melahirkan atlet yang membanggakan Maluku maupun Indonesia,” pungkasnya.
Penulis : Santos Walalayo
Editor : Redaksi