AMBON, N25NEWS.id — Domino di Maluku mulai diarahkan ke jenjang yang lebih serius. Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Maluku resmi mengajukan permohonan menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku.
Berkas permohonan tersebut diserahkan langsung kepada KONI Maluku di Kantor KONI, kawasan Karang Panjang, Ambon, Jumat (21/8/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya ORADO membawa olahraga domino keluar dari sekadar aktivitas komunitas menuju pembinaan olahraga yang lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi prestasi.
Penyerahan berkas dipimpin Sekretaris Umum Pengprov ORADO Maluku, M. Fahrul Kaisuku. Ia didampingi Bendahara Umum Claurin Sahusilawane, Wakil Sekretaris Eliza Abraham Delima, Ketua Bidang Pelantikan dan Pembinaan Atlet Djosantos Walalayo, Ketua Bidang Teknis dan Wasit Mustaqim Soplestuny, serta pengurus Suryati Mahulette dan M. Nuh Hehanhusa.
Rombongan diterima Wakil Sekretaris KONI Maluku, Demianus A. Sinay, bersama anggota Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kelembagaan (OKK), Sonya J. Sahureka.
Dalam permohonan tersebut, ORADO Maluku meminta agar cabang olahraga domino dapat diterima dan disahkan sebagai anggota resmi KONI Provinsi Maluku.
Untuk memenuhi persyaratan administrasi, ORADO menyerahkan sejumlah dokumen, di antaranya salinan SK kepengurusan Pengprov, susunan kepengurusan lengkap, serta SK Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO yang telah terbentuk di sejumlah daerah di Maluku.
Kaisuku mengatakan, pengajuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Pengprov ORADO Maluku, Azis Tunny, setelah organisasi tersebut memperoleh pengakuan secara nasional.
“Atas perintah Ketua Pengprov ORADO Maluku, Bapak Azis Tunny, kami langsung bergerak cepat menyiapkan dan menyerahkan seluruh dokumen yang dipersyaratkan,” kata Kaisuku.
Menurutnya, pengajuan ke KONI bukan sekadar persoalan administrasi organisasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen ORADO membangun olahraga domino di Maluku secara lebih terarah.
“Ini merupakan langkah penting dalam proses penguatan kelembagaan ORADO di Maluku sekaligus bentuk komitmen kami untuk membangun olahraga domino secara lebih terstruktur dan profesional,” ujarnya.
Kaisuku menilai domino memiliki basis komunitas yang cukup luas di tengah masyarakat Maluku. Potensi tersebut, kata dia, perlu diarahkan melalui wadah pembinaan yang jelas agar dapat melahirkan atlet berprestasi.
Ia optimistis domino memiliki masa depan yang baik apabila pembinaan dilakukan secara berjenjang.
Dengan menjadi bagian dari KONI, ORADO berharap pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga pengembangan prestasi di tingkat regional dan nasional dapat berjalan lebih terarah.
“Kami berharap proses ini dapat berjalan lancar sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris KONI Maluku Demianus A. Sinay menyambut baik pengajuan ORADO Maluku.
Namun, pengajuan tersebut belum otomatis menjadikan ORADO sebagai anggota KONI Maluku. Seluruh dokumen masih harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi sesuai ketentuan organisasi.
“Kami menerima dengan baik dan hangat kedatangan teman-teman dari ORADO Maluku,” kata Sinay.
Ia menjelaskan, dokumen yang telah diserahkan akan dipelajari dan diverifikasi oleh bidang terkait untuk memastikan kelengkapan administrasi serta pemenuhan persyaratan organisasi.
Setelah proses tersebut selesai, hasil verifikasi akan dibawa ke mekanisme organisasi KONI untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
“KONI Maluku selalu terbuka terhadap cabang olahraga yang memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Langkah ORADO ini sekaligus membuka babak baru bagi olahraga domino di Maluku. Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan keanggotaan disahkan, tantangannya bukan lagi sekadar mendapatkan pengakuan organisasi, tetapi memastikan domino mampu melahirkan atlet, kompetisi, dan prestasi yang benar-benar membawa nama Maluku.
Editor : Redaksi