Elly Toisutta: Perempuan Harus Menjadi Kekuatan Peradaban, Kampus Harus Jadi Ruang Aman bagi Semua

by
by

AMBON,N25NEWS.id – Dari 255 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Maluku (UMMaluku), sebagian besar merupakan perempuan. Kondisi ini dinilai bukan sekadar angka, tetapi menjadi peluang untuk melahirkan lebih banyak perempuan yang kelak mengambil peran penting dalam pembangunan dan kepemimpinan.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, saat menghadiri kegiatan Ta’aruf Mahasiswa Baru UMMaluku Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (29/9/2026).

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Elly memberikan materi tentang “Perempuan sebagai Kekuatan Peradaban”. Ia mendorong mahasiswa perempuan untuk tidak melihat dirinya hanya sebagai bagian dari jumlah mahasiswa, tetapi sebagai kelompok yang memiliki potensi untuk menjadi penggerak perubahan.

“Perempuan harus terus diperkuat. Saya berharap dari kampus ini ke depan lahir pemimpin-pemimpin perempuan dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki,” pesannya.

Menurut Elly, pendidikan memiliki peran penting dalam membuka ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kapasitas, keberanian, dan kepemimpinan. Karena itu, masa perkuliahan tidak hanya harus dimanfaatkan untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan berkontribusi di tengah masyarakat.

Elly juga menyoroti keberagaman mahasiswa yang menempuh pendidikan di UMMaluku. Kehadiran mahasiswa non-Muslim, menurutnya, menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi ruang perjumpaan antarkelompok yang berbeda.

Ia mengingatkan seluruh civitas akademika UMMaluku agar menjaga kampus sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa, termasuk mereka yang berbeda agama.

“Ini ruang-ruang publik yang aman bagi non-Muslim yang berkuliah di sini. Ruang ini harus menjadi ruang perjumpaan,” ujarnya.

Menurutnya, interaksi yang sehat di lingkungan kampus dapat membantu mengikis stigma dan prasangka yang muncul karena kurangnya perjumpaan antarkelompok.

Kampus, lanjut Elly, bukan hanya tempat memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, kampus dapat menjadi tempat mahasiswa belajar hidup bersama dalam perbedaan.

Pesan tersebut menjadi penting bagi 255 mahasiswa baru yang mulai memasuki lingkungan pendidikan tinggi dengan latar belakang yang beragam.

Elly mengajak mahasiswa untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain selama menjalani proses pendidikan.

“Mari saling menjaga satu dengan yang lain. Perbedaan bukan penghalang untuk meraih cita-cita.”

Pesan itu sekaligus menempatkan keberagaman sebagai bagian dari proses pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan membangun relasi sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Bagi mahasiswa baru UMMaluku, masa Ta’aruf menjadi awal perjalanan. Di ruang yang mempertemukan perempuan dan laki-laki, Muslim dan non-Muslim, serta mahasiswa dari berbagai latar belakang, mereka tidak hanya dituntut mengejar masa depan pribadi.

Mereka juga memiliki kesempatan untuk belajar menjadi generasi yang mampu merawat perbedaan dan menghadirkan perubahan bagi masyarakat.

Dari kampus itulah, harapannya, lahir pemimpin-pemimpin baru termasuk lebih banyak perempuan yang tidak hanya mampu memimpin, tetapi juga mampu merawat keberagaman.

Editor : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *