BKKBN dan Muslimat NU Maluku Perkuat Kolaborasi Perangi Stunting, Gerakan Ibu Asuh Siap Menjangkau Keluarga Berisiko

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Provinsi Maluku terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku bersama Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Maluku sepakat memperkuat sinergi untuk menghadirkan pendampingan yang lebih nyata bagi keluarga berisiko stunting.

Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE., menerima audiensi PW Muslimat NU Maluku di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Maluku, Hj. Uri L. Daeng Malimpo, menyampaikan rencana pelaksanaan Konferensi Wilayah (Konferwil) IV Muslimat NU Provinsi Maluku yang akan dirangkaikan dengan Launching Gerakan Ibu Asuh Cegah Stunting.

Menurutnya, Gerakan Ibu Asuh telah dijalankan Muslimat NU sejak tahun 2023 sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga berisiko stunting melalui pendampingan keluarga, edukasi gizi, serta pemberian makanan bergizi yang didukung secara swadaya oleh para anggota.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, memberikan apresiasi atas komitmen Muslimat NU dalam mendukung agenda nasional percepatan penurunan stunting.

Ia berharap Gerakan Ibu Asuh dapat disinergikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), yang merupakan salah satu program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting agar intervensi yang dilakukan lebih terarah, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain mendorong pemanfaatan data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai dasar penentuan sasaran, Dr. Edi juga menekankan bahwa upaya pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui edukasi.

Menurutnya, diperlukan intervensi yang lebih komprehensif, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai mitra pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat.

Ia optimistis, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muslimat NU akan memperluas jangkauan pendampingan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.

“Dengan kolaborasi yang kuat, semakin banyak keluarga berisiko stunting yang dapat didampingi sehingga kita dapat melahirkan generasi Maluku yang sehat, cerdas, berkualitas, dan memiliki daya saing di masa depan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *