AMBON, N25NEWS.id – Upaya memperkuat pembangunan keluarga di Maluku mulai diarahkan lebih dekat dengan dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat. Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku bersama Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan Implementation Arrangement di Ambon, Selasa (18/8/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghubungkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta program kependudukan dan pembangunan keluarga dalam satu kolaborasi.
Nota Kesepahaman tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat ditandatangani Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE.
Kolaborasi tersebut kemudian diperkuat melalui sejumlah PKS dan Implementation Arrangement yang ditandatangani Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mincie H. Ubro, S.Hut., M.Si, bersama jajaran pimpinan fakultas dan program studi IAKN Ambon.
Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Tiga Implementation Arrangement secara khusus diarahkan pada kegiatan yang bersentuhan langsung dengan mahasiswa dan masyarakat.
Program Studi Sistem Informasi akan melaksanakan program magang industri pada September–November 2026. Sementara Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini diarahkan pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk periode September 2026–September 2030.
Adapun Program Studi Bimbingan Konseling Kristen akan menjalankan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, praktik lapangan, pembelajaran mahasiswa, hingga edukasi dan pendampingan bagi remaja serta keluarga.
Dampaknya, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan terlibat langsung dalam persoalan kependudukan, keluarga, dan masyarakat.
Kolaborasi ini juga membuka ruang pemanfaatan potensi, keahlian, serta sumber daya kedua lembaga untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat program prioritas Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Maluku.
Salah satu perhatian penting dalam kerja sama tersebut adalah pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Maluku.
Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting karena pembangunan keluarga tidak hanya membutuhkan intervensi pemerintah, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, penelitian, edukasi, dan keterlibatan generasi muda di tengah masyarakat.
Dari ruang kelas hingga lingkungan keluarga, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari proses edukasi dan pendampingan yang mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya kualitas keluarga, tumbuh kembang anak, kesehatan remaja, serta pembangunan sumber daya manusia.
Dengan demikian, MoU dan kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen kelembagaan, tetapi menghasilkan program nyata yang dirasakan mahasiswa, keluarga, dan masyarakat Maluku.
Kolaborasi BKKBN Maluku dan IAKN Ambon menjadi salah satu upaya membangun jembatan antara kampus dan kebutuhan masyarakat, sekaligus menyiapkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu mengambil peran dalam pembangunan keluarga dan kualitas sumber daya manusia di Maluku.
Sumber : BKKBN Maluku
Editor : Redaksi