AMBON, N25NEWS.id – Suasana hari pertama masuk sekolah di SD Teladan Air Salobar, Kota Ambon, Senin (13/7/2026),terasa berbeda. Di tengah kesibukan para orang tua mengantar anak-anak mereka, seorang anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon, Ferry Latupeirissa, hadir bukan untuk memadamkan api, melainkan menjadi “Ayah Pengganti” (program bkkbn) bagi seorang siswi bernama Juvena Pemasela.
Aksi tersebut merupakan bagian dari kampanye BKKBN Maluku yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak, terutama pada momen penting seperti hari pertama masuk sekolah.
Kehadiran Ferry menjadi simbol bahwa figur ayah memiliki peran besar dalam membangun rasa aman, percaya diri, dan semangat belajar anak.
Ferry mengaku bangga mendapat kesempatan menjadi ayah pengganti pada momen yang berkesan tersebut.
Menurutnya, banyak ayah yang karena tuntutan pekerjaan sebagai pencari nafkah sering kali kehilangan kesempatan mendampingi anak dalam aktivitas pendidikan.
“Sebagai ayah, kita memang memiliki tanggung jawab mencari nafkah. Tetapi mari kita luangkan sedikit waktu untuk mengantar anak ke sekolah, mengambil rapor, atau menghadiri rapat sekolah. Kehadiran ayah akan memberikan rasa aman, kasih sayang, dan penghargaan bagi anak,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak ayah di Kota Ambon yang terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak, karena perhatian seorang ayah akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.
Sementara itu, Kepala SD Teladan Air Salobar, Eva Sumira Lalongka, S.Pd.SD, mengapresiasi program yang digagas BKKBN tersebut. Menurutnya, selama ini urusan mengantar anak ke sekolah maupun kegiatan pendidikan lebih banyak dilakukan oleh para ibu.
“Hari ini menjadi pemandangan yang sangat positif karena banyak ayah hadir mengantar anaknya. Ini menunjukkan bahwa pengasuhan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Eva menjelaskan, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah memberikan dampak psikologis yang positif. Anak-anak akan merasa lebih percaya diri, nyaman berada di lingkungan sekolah, serta lebih siap mengikuti proses pembelajaran.
Menurutnya, kolaborasi antara keluarga dan sekolah merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
Program BKKBN “Ayah Pengganti” sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan kehadiran aktif seorang ayah. Langkah sederhana seperti mengantar anak ke sekolah diyakini mampu mempererat hubungan emosional dalam keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Penulis : Redaksi