352 Siswa Baru SMP Negeri 6 Ambon Ikuti MPLS, Sekolah Perkuat Karakter dan Budaya Disiplin Sejak Hari Pertama

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Sebanyak 352 lulusan Sekolah Dasar (SD) resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 6 Ambon, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal sekolah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan kepedulian sosial.

Kepala SMP Negeri 6 Ambon, Engelore A. Hitipeuw, S.Pd, mengatakan jumlah peserta MPLS tahun ini telah sesuai dengan kuota yang ditetapkan Dinas Pendidikan.

Sebelumnya, sekolah menerima sebanyak 381 pendaftar, namun setelah melalui proses seleksi dan verifikasi administrasi, sebanyak 352 siswa dinyatakan memenuhi syarat.

“Setelah kami melakukan verifikasi, yang dinyatakan lolos sesuai kuota dari Dinas Pendidikan berjumlah 352 siswa. Mereka akan mengikuti MPLS selama lima hari,” ujar Hitipeuw.

Menurutnya, MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah.

Ia mengingatkan seluruh siswa baru agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menghormati guru, serta menaati tata tertib dan norma yang berlaku di lingkungan sekolah.

“Yang paling penting adalah membangun karakter yang baik. Siswa harus fokus belajar, menjaga diri, berdisiplin, dan tidak melibatkan diri dalam tindak kekerasan agar cita-cita mereka dapat tercapai,” tegasnya.

Hitipeuw menilai keterlibatan pelajar dalam aksi tawuran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik sekolah serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena itu, pihak sekolah mendukung penuh program “Polisi Mengajar” sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum, etika sosial, serta membangun budaya damai di kalangan pelajar.

“Kami berharap siswa tidak lagi terlibat tawuran. Perilaku seperti itu hanya akan membentuk karakter yang kasar. Sebaliknya, jika mereka menjauhinya, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang baik sesuai harapan orang tua dan para pendidik,” katanya.

Dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), SMP Negeri 6 Ambon tetap berpedoman pada regulasi Dinas Pendidikan melalui jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Selain peran sekolah, Hitipeuw menegaskan keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter anak.

Karena itu, ia mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang dinilai mampu memperkuat kedekatan orang tua dengan anak sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab sejak dini.

“Peran orang tua, khususnya ayah, sangat besar dalam membentuk karakter anak. GAMAS menjadi salah satu gerakan positif yang patut didukung bersama,” ujarnya.

Selama pelaksanaan MPLS, SMP Negeri 6 Ambon juga menerapkan program “Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang menjadi pedoman bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SMP maupun SMA/SMK. Program tersebut meliputi kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

Penerapan kebiasaan positif tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang disiplin, mandiri, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta siap menjadi pelajar berprestasi yang membawa nama baik sekolah, keluarga, dan daerah.

Penulis : Kris

Editor   : Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *