AMBON, N25NEWS.id – Dinamika menjelang pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku periode mendatang semakin menghangat.
Walau perhelatannya tahun 2027, namun munculnya sejumlah bakal calon dinilai menjadi momentum penting untuk menghadirkan kompetisi yang sehat sekaligus membuka harapan baru bagi kebangkitan sepak bola Maluku.
Pemerhati sepak bola Maluku, Gafar Lestaluhu, menilai setiap individu yang memenuhi persyaratan memiliki hak yang sama untuk maju sebagai calon Ketua Asprov PSSI Maluku. Menurutnya, semakin banyak figur yang berkompetisi secara terbuka akan memperkuat demokrasi dalam organisasi sepak bola.
Gafar yang juga Direktur Teknik Khenzi United FA, pengelola Sekolah Sepak Bola (SSB) Ksatria Timur, serta mantan pelatih Persikabo Bogor, mengaku mengapresiasi mulai munculnya sejumlah nama yang siap bertarung dalam pemilihan.
“Siapa pun memiliki hak untuk mencalonkan diri selama memenuhi seluruh persyaratan. Ini langkah yang baik agar tercipta kompetisi yang sehat, terbuka, dan demokratis,” ujarnya.
Ia berharap proses pemilihan Ketua Asprov PSSI Maluku kali ini berjalan lebih transparan dibandingkan periode-periode sebelumnya.
“Selama ini masyarakat sepak bola sering mempertanyakan proses yang dianggap kurang terbuka. Harapannya, ke depan seluruh tahapan berlangsung secara fair, adil, dan transparan sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar mendapat legitimasi dari insan sepak bola Maluku,” katanya.
Gafar juga mengingatkan setiap bakal calon agar mampu mengukur kapasitas, integritas, serta kesiapan dalam memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
Selain itu, ia menilai dukungan pemerintah daerah juga menjadi salah satu faktor penting untuk membangun sinergi dalam pengembangan sepak bola Maluku, sejalan dengan dinamika pasca pembatalan kongres sebelumnya.
Secara pribadi, Gafar menilai Johan Lewerissa merupakan salah satu figur yang memiliki kapasitas untuk memimpin Asprov PSSI Maluku.
Menurutnya, Johan memiliki pengalaman organisasi, jaringan, dan rekam jejak yang cukup panjang dalam pembinaan olahraga. Selain menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan juga dikenal sebagai Manajer Maluku United serta Ketua PSA.
“Menurut saya, bila dibandingkan dengan figur-figur lain yang saat ini muncul, Pak Johan Lewerissa memiliki kapasitas dan integritas yang layak untuk membawa perubahan bagi sepak bola Maluku. Beliau juga telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan sepak bola daerah hingga tingkat nasional,” ujar Gafar.
Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih mampu mengakhiri berbagai polemik yang selama ini terjadi di tubuh sepak bola Maluku dan lebih fokus membangun kompetisi usia dini, pembinaan pelatih, peningkatan kualitas wasit, serta prestasi klub dan tim Maluku di level nasional.
“Yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi lahirnya tata kelola sepak bola yang profesional, transparan, dan mampu mengembalikan kejayaan sepak bola Maluku,” tutupnya.