SAUMLAKI, N25NEWS.id – Momen bersejarah terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Untuk pertama kalinya, seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku turun secara lengkap meninjau lokasi persiapan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Jumat (26/6/2026).
Kehadiran lengkap para pimpinan daerah ini dinilai sebagai sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam mengawal salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang diharapkan mampu membawa dampak ekonomi bagi Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Peninjauan dihadiri oleh Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, Kapolda Maluku, Komandan Kewilayahan Wilayah IX, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Saldi Le, perwakilan Kejaksaan Tinggi Maluku, serta sejumlah pejabat dan instansi terkait.
Dalam pertemuan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan, Gubernur Maluku menegaskan bahwa Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) merupakan lembaga independen yang berada di bawah pembinaan Kementerian Keuangan dan bertugas melakukan penilaian secara profesional.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku yang juga Ketua Tim Penertiban dan Pengendalian Provinsi, Saldi Le, menjelaskan bahwa KJPP bertanggung jawab melakukan penilaian terhadap tanaman tumbuh, bangunan, dan berbagai aset milik masyarakat yang terdampak proyek.
“Hasil penilaian tersebut nantinya akan disampaikan kepada Gubernur untuk ditetapkan, termasuk daftar pihak yang berhak menerima ganti rugi. Seluruh proses dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.
Sorotan utama dalam kunjungan tersebut datang dari Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, yang menyebut kehadiran lengkap seluruh unsur Forkopimda Provinsi Maluku di lokasi merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ini pertama kali seluruh unsur Forkopimda Provinsi hadir bersama meninjau langsung lokasi. Ini menunjukkan keseriusan kita semua dalam mendukung persiapan Groundbreaking Blok Masela,” tegas Pangdam.
Menurutnya, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif menjelang pelaksanaan acara.
“Semua pihak harus memberikan dukungan. Jangan ada hambatan sehingga seluruh persiapan dapat berjalan cepat, aman, dan lancar,” ujarnya.
Pangdam juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan kunjungan Presiden Republik Indonesia yang dijadwalkan hadir langsung pada acara Groundbreaking proyek tersebut.
“Kita membutuhkan dukungan dan doa seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, termasuk pengamanan sehingga tamu negara dapat hadir dengan aman,” katanya.
Kepada insan pers, Pangdam mengingatkan pentingnya menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan menyejukkan agar tidak memunculkan keresahan di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh warga memberikan kepercayaan kepada pemerintah pusat dalam menyelesaikan seluruh tahapan proyek, termasuk proses penilaian aset dan pemberian ganti rugi.
“Manfaat pembangunan ini pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat Maluku sendiri melalui pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Secara umum, masyarakat Desa Lermatang dan sekitarnya menyatakan dukungan terhadap pembangunan Blok Masela. Meski demikian, mereka masih menantikan rampungnya proses pendataan serta penetapan nilai ganti rugi berdasarkan hasil penilaian independen.
Dengan semakin intensifnya koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat, persiapan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela kini memasuki tahap krusial. Kehadiran lengkap Forkopimda Maluku menjadi simbol kuat komitmen bersama untuk memastikan proyek bernilai strategis tersebut berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Maluku.