SAUMLAKI, N25NEWS.id – Komitmen pemerintah dan aparat keamanan untuk menyukseskan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela semakin nyata. Menjelang rencana peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026, Pangdam XV/Pattimura bersama jajaran Forkopimda Provinsi Maluku melakukan peninjauan langsung ke Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (26/6).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal, mulai dari kondisi keamanan, kesiapan masyarakat, hingga perkembangan penyelesaian hak-hak warga yang terdampak proyek.
Di lokasi peninjauan, Pangdam meminta laporan langsung dari Kapolres, Dandim, dan Bupati Kepulauan Tanimbar mengenai situasi terkini di lapangan.
Kapolres melaporkan bahwa kondisi keamanan tetap kondusif dan masyarakat pada dasarnya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut.
“Situasi berjalan tertib. Secara keseluruhan masyarakat sangat mendukung rencana kegiatan ini. Namun warga masih menunggu penyelesaian pendataan serta penyaluran nilai ganti rugi. Secara umum belum ada kendala yang berarti,” jelas Kapolres.
Laporan senada disampaikan Dandim. Menurutnya, hubungan antara aparat TNI dan masyarakat selama ini berjalan sangat baik.
“Kondisi sangat aman dan terkendali. Anggota diterima baik oleh masyarakat, bahkan setiap hari berolahraga bersama warga. Dukungan masyarakat cukup besar, namun mereka masih berharap adanya kejelasan mengenai nilai dana yang menjadi hak mereka,” ungkap Dandim.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan Blok Masela. Namun, ia mengakui masih terdapat aspirasi masyarakat terkait mekanisme penilaian ganti rugi tanam tumbuh.
“Kami bersama masyarakat mendukung sepenuhnya proyek ini. Memang sudah ada Peraturan Bupati mengenai penggantian tanam tumbuh, namun masyarakat merasa masa penilaiannya yang hanya dua tahun masih perlu dievaluasi. Harapan kami, kebijakan tersebut dapat disempurnakan ke depan,” kata Bupati.
Menanggapi seluruh laporan tersebut, Pangdam XV/Pattimura menyampaikan keyakinannya bahwa pelaksanaan groundbreaking akan berlangsung aman apabila seluruh pihak terus menjaga komunikasi dan sinergi.
“Insyaallah aman jika groundbreaking dilaksanakan sesuai rencana dan dihadiri langsung oleh Bapak Presiden. Kita harus memastikan hal itu karena ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan sejarah besar pembangunan bagi Maluku dan Indonesia,” tegas Pangdam.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran agar terus melakukan pemantauan hingga hari pelaksanaan, memastikan situasi keamanan tetap kondusif, sekaligus mengawal penyelesaian berbagai aspirasi masyarakat.
Groundbreaking Blok Masela menjadi momentum yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku setelah bertahun-tahun proyek gas raksasa tersebut melalui berbagai tahapan perencanaan.
Keberhasilan agenda ini diharapkan menjadi awal kebangkitan ekonomi Kepulauan Tanimbar sekaligus memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat energi nasional.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, investor, dan masyarakat, harapan besar kini tertuju pada suksesnya pelaksanaan groundbreaking yang diyakini akan membuka babak baru pembangunan dan kesejahteraan bagi Maluku.
Penulis : Jems Masela
Editor : Redaksi