AMBON,N25NEWS.id-Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Sion Poka,Cabang Tiberias I turut memeriakan HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan dan mata lomba,yang melibatkan partisipasi aktif para pemuda,serta masyarakat Kampung Pisang Poka, untuk mempererat kebersamaan dan semangat nasionalisme.
Ketua Ranting Sion Poka,Berry Nextelino Sermatang,dalam sambutannya menyampaikan,kegiatan ini diselenggarakan oleh Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Ranting Sion Poka, Cabang Tiberias I, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan yang telah Tuhan anugerahkan kepada bangsa dan negara ini.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan juga mengajarkan kepada kita bahwa persatuan, kebersamaan, dan gotong royong adalah kekuatan yang membuat kita mampu berdiri bersama,”ungkap Berry Sermatang,Senin (17/08/2026).
Lebih lanjut menurut Berry Sermatang, kegiatan ini tidak hanya mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.Lebih dari itu, Angkatan Muda Sion ingin membangun kebersamaan, mempererat hubungan antara anak-anak, orang tua,pemuda dan seluruh warga RT di Kampung Pisang.
“Seluruh perlombaan ini terbagi dalam kategori anak-anak dan orang tua. Jadi,mari kita tunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya milik generasi muda,tetapi milik kita semua,”tandas Berry Sermatang.
Selain itu,Berry Sermatang juga meminta kepada anak-anak, jadikan perlombaan ini sebagai kesempatan untuk belajar berani, percaya diri, bekerja sama dan menghargai teman.Dan bagi para orang tua,mari tunjukkan bahwa usia boleh bertambah,tetapi semangat, keceriaan, dan jiwa muda tidak pernah hilang.
Olehnya,tambah Berry Sermatang,kiranya kegiatan ini dapat menjadi lebih dari sekadar perlombaan.Namun, ingin menjadikan momen ini sebagai ruang untuk mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan di Desa Poka,khususnya dua RT di Kampung Pisang.
Adapun,Berry Sermatang juga ingin anak-anak dapat merasakan bahwa kemerdekaan adalah sesuatu yang harus disyukuri dan dijaga. Mereka adalah generasi penerus bangsa dan gereja. Dari kegiatan sederhana seperti ini,mereka belajar tentang sportivitas, disiplin, kerja sama, keberanian, dan menghargai orang lain.
Walaupun kegiatan ini diselenggarakan oleh Angkatan Muda.”Namun kami sangat bersyukur karena kegiatan ini dapat melibatkan seluruh masyarakat di sekitar kita, termasuk saudara-saudara kita yang beragama muslim,”ujar Berry Sermatang.
Menurut Berry lagi,inilah salah satu makna indah dari kemerdekaan.Boleh berbeda dalam agama dan keyakinan, tetapi tetap bisa duduk bersama, bermain bersama, tertawa bersama, dan membangun kebersamaan sebagai satu masyarakat.
“Berbeda agama bukan berarti berbeda saudara. Berbeda keyakinan bukan berarti berbeda dalam persaudaraan.Mari kita jadikan semarak kemerdekaan ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan. Karena Indonesia adalah rumah kita bersama, Desa Poka adalah lingkungan kita bersama, dan RT di Kampung Pisang adalah keluarga kita bersama,”tandas Berry Sermatang.
Untuk itu,saya juga mengucapkan terimaksih atas nama pengrus ranting kepada kaka-kaka,bung-bung yang sudah membantu kami, mendukung kami untuk melakukan kegiatan ini semoga mendapat rejeki dan berkat yang melimpah,”pungkas Berry Sermatang.
Di tempat yang sama, Sekretaris Ranting Sion Poka,Paloma Kristiana Keljanin,menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia pelaksana.
Menurut Paloma,meskipun hanya berupa mata lomba,namun kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk menguji ketangkasan, ketepatan, dan mental kompetitif para peserta.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pihak penting, antara lain Pengurus Ranting Sion Poka,Perwakilan Pembina Ranting Sion,Ibu Adriana Saimasa,Ibu Novita Watubun,ibu Nona Tunjanan dan ibu Sin Makapia,masyarakat Kampung Pisang,serta para peserta dan juga yang mendukung kegiatan tersebut yakni,bung Harry Far Far dan bpk Alan Far Far.
Adapun,dengan mengusung semangat AMGPM, “Kamu adalah Garam dan Terang Dunia,” kegiatan mata lomba ini diharapkan dapat memperkuat motivasi generasi muda untuk terus bersikap militansi dan progresif dalam pelayanan gereja dan masyarakat.
Untuk diketahui,kegiatan dan berbagai mata lomba tersebut berlangsung pada beberapa lokasi yakni,lokasi Dermaga Feri,dengan mata lomba seperti,lompat karung untuk katagori dewasa dan anak,gigit sendok dewasa dan anak, estafet terigu dan makan biskuit katagori 1-2 tahun dan goyang caca berpasangan.
Untuk di komplek Fakultas Perikanan,mata lombanya, pinalti kick dan lari bola.
Sedangkan di komplek Kampung Pisang,tepatnya depan Rumah bpk Tata Paliyama.Mata lombanya sambung tulang.
Untuk lomba sambung tulang,juara pertama atas nama Ello Wutlanit (-30),juara dua Eby Talakua (-70) dan juara tiga Alan Far Far (-155).
Penulis : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi