AMBON, N25NEWS.id – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku, Sam Latuconsina, secara resmi melantik Pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku periode 2026–2030 yang dipimpin Hong Arta John Alfred, di Aula Kantor DPRD Provinsi Maluku, Senin (20/7/2026).
Dalam sambutannya, Sam Latuconsina menegaskan bahwa pelantikan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi titik awal memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan prestasi olahraga tenis meja di Maluku.
Menurutnya, kepemimpinan Hong Arta John Alfred pada periode pertama telah berhasil membangun fondasi organisasi yang kuat hingga mampu membentuk kepengurusan PTMSI di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
“Ini jangan hanya dilihat sebagai acara seremonial, tetapi menjadi starting point untuk mengevaluasi dan mengonsolidasikan organisasi agar berjalan lebih baik lagi,” ujar Sam.
Ia mengapresiasi capaian PTMSI Maluku yang dinilai sebagai salah satu cabang olahraga dengan struktur organisasi paling lengkap di tingkat daerah.
“Jarang ada satu cabang olahraga yang memiliki kepengurusan lengkap di seluruh kabupaten dan kota. Ini merupakan langkah besar untuk memajukan tenis meja di Maluku,” katanya.
Sam menjelaskan, tenis meja merupakan olahraga yang telah lama dikenal dan digemari masyarakat. Menurutnya, jika dikelola secara serius, olahraga tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Ia juga menilai berbagai program pada periode pertama berhasil mengembalikan popularitas tenis meja di Maluku. Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat, termasuk sejumlah pejabat daerah seperti Gubernur dan Sekretaris Daerah Maluku yang turut aktif bermain tenis meja.
Selain itu, kejuaraan tenis meja yang digelar PTMSI Maluku pada tahun sebelumnya juga dinilai sukses karena diikuti atlet junior maupun senior dari berbagai daerah.
“Kalau pada periode pertama fokusnya membangun organisasi dan memasyarakatkan tenis meja, maka periode kedua harus fokus pada peningkatan prestasi,” tegasnya.
Sam menambahkan, peningkatan prestasi olahraga harus ditopang oleh empat pilar utama, yakni atlet, pelatih, wasit, dan organisasi.
Ia optimistis PTMSI Maluku memiliki modal kuat karena struktur organisasinya telah terbentuk hingga seluruh kabupaten dan kota.
“Saya yakin prestasi PTMSI akan bangkit karena dipimpin oleh ketua umum yang tepat. Organisasinya sudah kuat, sekarang tinggal fokus membina atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan,” ujarnya.
KONI Maluku pun menargetkan atlet-atlet tenis meja asal Maluku mampu tampil dan bersaing pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DKI Jakarta.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum baru bagi PTMSI Maluku untuk memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini, meningkatkan kualitas kompetisi daerah, serta mengembalikan kejayaan tenis meja Maluku di tingkat nasional.
Editor : Redaksi