AMBON,N25NEWS.id-Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menindaklanjuti kerja sama strategis dengan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pattimura (FST Unpatti) Ambon.
Instruksi tersebut disampaikan saat Wali Kota menerima audiensi jajaran pimpinan FST Unpatti di Balai Kota Ambon, belum lama ini.
Dalam pertemuan itu, Wali Kota secara khusus mengarahkan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Ambon agar segera membangun kolaborasi konkret bersama FST Unpatti,guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Tak hanya sektor pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP),serta Dinas Perhubungan (Dishub) juga diminta mempercepat kemitraan dengan FST Unpatti dalam mendukung pelaksanaan program uji emisi kendaraan bermotor di Kota Ambon.
Menurut Wali Kota, hasil audiensi tersebut tidak boleh berhenti sebatas diskusi, namun harus segera diwujudkan dalam program kerja nyata yang terukur dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin kerja sama ini segera ditindaklanjuti. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademik dan inovasi dari perguruan tinggi untuk memperkuat kualitas pendidikan maupun kebijakan lingkungan hidup di Kota Ambon,” tegas Wattimena.
Ia menjelaskan, sektor pendidikan membutuhkan penguatan kapasitas guru agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, kolaborasi dengan FST Unpatti dinilai penting untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pengembangan metode pembelajaran modern.
Selain itu, Wali Kota menilai FST Unpatti memiliki sumber daya akademik dan keilmuan yang sangat potensial dalam mendukung transformasi pendidikan, khususnya pada penguatan literasi digital dan penerapan pembelajaran berbasis sains dan teknologi.
Di bidang lingkungan hidup, Pemerintah Kota Ambon juga mulai mempersiapkan penerapan kebijakan uji emisi kendaraan bermotor sebagai langkah pengendalian pencemaran udara di kawasan perkotaan.
Untuk mendukung program tersebut, DLHP dan Dishub diminta segera berkoordinasi dengan pihak FST Unpatti dalam penyediaan data ilmiah, dukungan teknis, hingga kajian kualitas udara.
“Pendekatan ilmiah sangat dibutuhkan dalam pengukuran kualitas udara, pemetaan tingkat pencemaran, sampai penyusunan kebijakan pengendalian lingkungan yang tepat sasaran,” ujar Wali Kota.
Ia menambahkan, pelaksanaan uji emisi nantinya tidak hanya bertujuan mengetahui tingkat polusi kendaraan, tetapi juga menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan lingkungan yang berbasis data dan hasil penelitian.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Wali Kota berharap pembangunan di Kota Ambon dapat semakin terarah, efektif, dan didukung kajian akademik yang kuat.
“Kolaborasi ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh OPD terkait wajib segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini dalam bentuk program kerja konkret,” tandasnya.(**)