Makna Prajurit Petarung dan Berprestasi Terbukti Di Penyelesaian Blok Masela

by
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Saat melakukan kunjungan kerja ke Kodim 1507/Saumlaki dan Brigif 39/Nusa MANAN Saumlaki, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menguraikan makna sesungguhnya dari seorang prajurit petarung dan berprestasi.

Menurutnya, kedua hal ini tidak hanya dimaknai sebagai keberanian atau keunggulan di medan pertempuran semata. Lebih dari itu, prajurit petarung adalah sosok yang memiliki keberanian berpikir, bertindak tegas, dan pantang menyerah menghadapi segala tantangan.

Sedangkan, berprestasi berarti mampu memberikan hasil nyata, solusi yang bermanfaat, serta membawa dampak positif bagi masyarakat bahkan dalam waktu yang sangat singkat sekalipun.

Pemahaman yang disampaikan itu tidak sekadar menjadi ungkapan di atas mimbar. Makna tersebut terwujud secara nyata dan sempurna dalam penyelesaian polemik Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Persoalan yang selama ini dianggap rumit, berlarut, dan bahkan dinilai mustahil diselesaikan dalam waktu dekat oleh banyak pihak, ternyata dapat diurai tuntas hanya dalam jangka waktu lima hari kerja. Sebuah pencapaian yang luar biasa, sekaligus bukti nyata bahwa makna pengabdian yang disampaikan benar-benar dapat diimplementasikan di lapangan oleh TIM yang diturunkan Pangdam.

Polemik yang sempat menyelimuti proyek bernilai triliunan rupiah itu berakhir dengan damai dan penuh kebersamaan. Puncaknya ditandai dengan Prosesi Sembayang Adat yang dipimpin langsung oleh empat Soa besar masyarakat setempat, yakni :

1. Soa Taborat
2. Soa Ngriase
3. Soa Batlelempun
4. Soa Olinger Lutarembun.

Melalui upacara sakral tersebut, masyarakat secara resmi menyerahkan lahan seluas 662 hektar kepada Pemerintah Republik Indonesia dan Inpex Corporation. Perlu dipahami, tanah yang diserahkan itu tidak menyimpan cadangan gas alam. Kekayaan alam bernilai besar itu tersimpan melimpah di perairan Blok Masela. Peran lahan ini hanyalah sebagai tempat strategis untuk membangun kilang pengolahan, fasilitas darat, dan infrastruktur penunjang lainnya, agar kekayaan dari laut dapat diolah dan dimanfaatkan demi kesejahteraan seluruh bangsa.

Penyerahan ini juga menutup masa ketegangan yang terjadi akibat dugaan permainan kepentingan segelintir oknum yang sempat memanfaatkan isu adat untuk keuntungan pribadi. Kini, damai telah bersemayam kembali, dan pembangunan proyek strategis ini dapat segera dilaksanakan.

Keberhasilan menyelesaikan segala simpul masalah hanya dalam lima hari kerja menjadi bukti nyata, apa yang diuraikan sebagai makna prajurit petarung dan berprestasi telah terbukti. Ketangguhan diimbangi kecerdasan, ketegangan diselesaikan dengan keadilan, dan apa yang dianggap mustahil akhirnya terwujud demi kemajuan bersama.(Bojes)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *