AMBON,N25NEWS.id-Tingginya harga telur ayam pada sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon, merupakan imbas dari naiknya harga pakan ayam pada sentra produksi yakni di Surabaya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Maluku,Poli Jamlean,kepada N25NEWS.id,saat ditemui di ruang kerjanya,Kamis (9/6/2022).
Lebih lanjut,Poli menjelaskan,untuk pakan ternak sendiri,yang paling menonjol adalah naiknya harga jagung yang merupakan bahan baku utama.Dimana,60 persen pakan ternak ayam berasal jagung untuk ternak ayam.Ditambah pula dengan faktor cuaca di daerah sentra produksi juga mengakibatkan jagung berkurang.
Untuk saat ini harga telur ayam pada pasar tradisional,salah satunya pasar Mardika Ambon harga telur sudah Rp 33.600 per papan, sementara per butir telur sebesar Rp 2000-2.100.
“Kita tau bahwa faktor cuaca di daerah sentra produksi ikut mempengaruhi naiknya harga jagung, sehingga mengakibatkan jagung berkurang dan harga juga melambung,”ujar Poli Jamlean.
Adapun, Jamlean tidak bisa memastikan dan menjamin harga telur ayam ini akan kembali normal.Pasalnya,Maluku bukan daerah sentra produksi dan harga telur tentu tergantung pada sentra produksi,jika pada sentra produksi harganya membaik pasti disini (Ambon) harga telur ayam akan turun.
“Jadi terkait cuaca kita tidak bisa memprediksi,karena bukan pada wilayah kita,”ucap Poli Jamlean.
Selain itu,menurut Poli Jamlean, produksi komoditi akan meningkat jika cuaca ikut mendukung,dengan catatan harga dan komponen-komponen impor ikut baik kalau harga jagung juga baik.
Untuk itu,saya berharap komponen-komponen tidak mempengaruhi,sebab jika komponen impor seperti dolar naik maka,tentu harga telur juga akan bergerak naik juga.Jadi paling tidak kalau jagung itu sudah normal, mudah-mudahan harga telur bisa kembali normal,”tandasnya.
Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi