DARWIN, N25NEWS.id – Ambon Sailing Community (ASC) yang dipimpin Nico Tulalessy terus memperkuat peran sebagai jembatan kerja sama antara Maluku dan Australia. Dalam ajang Darwin Fusion 2026 di Kota Darwin, Northern Territory, ASC menghadiri serangkaian forum strategis yang membuka peluang baru di bidang perdagangan, pendidikan, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu agenda utama yang diikuti ASC adalah ASEAN Forum, yang mempertemukan utusan pemerintah dari enam kota kembar (Sister Cities) Darwin.
Dalam forum tersebut, Ketua ASC, Nico Tulalessy, menyampaikan sejumlah usulan strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Maluku dan Australia.
Menurut Nico, pemerintah Australia diharapkan dapat memberikan program pelatihan (training) bagi para pelaku usaha di Maluku agar memiliki kapasitas yang lebih baik dalam menembus pasar internasional, khususnya pasar Australia.
Selain itu, ASC juga mengusulkan pembentukan forum kerja sama bisnis yang mempertemukan dunia usaha Maluku dengan Northern Territory Australia sebagai wadah membangun kemitraan investasi, perdagangan, dan promosi produk unggulan daerah.
“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM maupun pengusaha Maluku sehingga mampu meningkatkan daya saing di tingkat internasional,” ujar Nico.
Dalam forum yang sama, Wakil Rektor III IAKN Ambon, Dr. Branckly Picanussa, turut mendorong peningkatan kerja sama di sektor pendidikan melalui penguatan kemitraan antar perguruan tinggi di Maluku dan Australia.
Menurutnya, kolaborasi pendidikan dapat diwujudkan melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, hingga peningkatan kapasitas akademik yang memberi manfaat bagi kedua wilayah.
Sebelumnya, rombongan ASC juga mendapat kehormatan menghadiri Welcome Ceremony yang digelar Minister for Trade and Business Northern Territory, Hon. Robyn Cahill, di Parliament House, Darwin.
Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat komunikasi antara pemerintah Northern Territory dengan delegasi dari Maluku yang hadir dalam rangkaian Darwin Fusion 2026.
Tak hanya itu, ASC juga menggelar pertemuan dengan Lord Mayor Darwin Peter Styles untuk membahas penguatan hubungan people-to-people contact serta kerja sama business-to-business antara Ambon dan Darwin.
Sebagai bagian dari misi ekonomi, ASC turut mengajak sejumlah pelaku usaha asal Maluku mengikuti forum bisnis yang diselenggarakan Australia Indonesia Business Council (AIBC).
Forum tersebut dihadiri Konsul Republik Indonesia di Darwin, Bagus Hendraning, serta Kate Helen, Direktur Australia-Indonesia Business Council.
Dalam kesempatan itu, Kate Helen menyampaikan apresiasi tinggi kepada Ambon Sailing Community yang dinilai konsisten menjaga dan memperkuat hubungan historis antara Maluku dan Australia.
Ia menilai masih banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama, baik di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat.
Partisipasi ASC dalam Darwin Fusion 2026 dinilai menjadi langkah nyata diplomasi masyarakat (people diplomacy) yang tidak hanya mempererat hubungan persahabatan antara Ambon dan Darwin, tetapi juga membuka peluang kerja sama konkret yang berdampak bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku.