H-1 Groundbreaking Blok Masela, Tanimbar Menjelma Jadi Primadona Baru di Timur Indonesia

by
by

Saumlaki bersiap menyambut momen bersejarah peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional Blok Masela yang diyakini menjadi titik awal kebangkitan ekonomi Kepulauan Tanimbar

SAUMLAKI, N25NEWS.id – Satu hari menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, atmosfer Kabupaten Kepulauan Tanimbar berubah drastis. Kota Saumlaki yang selama ini dikenal sebagai daerah yang tenang di ujung tenggara Provinsi Maluku, kini menjadi pusat perhatian nasional.

Aktivitas transportasi darat, laut, dan udara meningkat tajam. Kehadiran pejabat pemerintah, aparat keamanan, tim teknis, hingga tamu dari berbagai daerah menghadirkan suasana baru yang menandai babak penting perjalanan pembangunan Tanimbar. Momentum ini dinilai menjadi simbol kebangkitan kawasan yang selama puluhan tahun menantikan realisasi proyek energi terbesar di Indonesia Timur.

Perubahan paling terasa terjadi di Desa Lermatang, lokasi utama pelaksanaan groundbreaking. Jalan-jalan desa yang biasanya lengang dipenuhi kendaraan, penginapan di sekitar Saumlaki hampir seluruhnya terisi, sementara pelaku usaha lokal mulai merasakan meningkatnya aktivitas ekonomi.

Bagi masyarakat setempat, geliat tersebut bukan sekadar keramaian menjelang acara kenegaraan, melainkan awal dari harapan baru bagi masa depan daerah.

Tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat terlihat bergotong royong menyambut tamu dan mempersiapkan berbagai rangkaian kegiatan. Prosesi adat yang digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur turut mengiringi persiapan tersebut.

“Kami sudah menunggu puluhan tahun. Hari ini mimpi itu mulai terwujud,” ungkap seorang tetua adat dengan mata berkaca-kaca usai memimpin doa adat.

Sehari sebelum pelaksanaan acara, kawasan seluas sekitar 5,5 hektare di Desa Lermatang telah siap digunakan. Tenda utama, panggung VVIP, pusat media, area tamu, hingga jalur evakuasi telah disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto turut melakukan peninjauan langsung ke lokasi guna memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, termasuk aspek keamanan dan pelayanan bagi para tamu undangan.

Dukungan infrastruktur juga terus dimatangkan. Pasokan listrik dipastikan andal oleh PLN, sementara pembangunan helipad disiapkan untuk menunjang mobilitas rombongan Presiden dan pejabat negara yang dijadwalkan menghadiri acara tersebut.

Di balik seluruh persiapan fisik, tersimpan harapan besar masyarakat Tanimbar agar investasi raksasa Blok Masela mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan mereka.

Warga Desa Lermatang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai akan membuka lapangan kerja, meningkatkan perekonomian daerah, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.

“Katong sudah dukung penuh Inpex, khususnya untuk acara ini. Semoga semuanya berjalan lancar,” ujar salah seorang warga.

Groundbreaking yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 16 Juli 2026, menjadi tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Lebih dari sekadar seremoni, momen tersebut dipandang sebagai awal transformasi Tanimbar menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan energi strategis di Indonesia Timur.

Seluruh perhatian kini tertuju ke Desa Lermatang, tempat sejarah baru akan ditorehkan, sekaligus membuka lembaran baru bagi masa depan Bumi Duan Lolat.

Penulis: Jems Masela
Editor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *