AMBON, N25NEWS.id – Menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) 2026 yang jatuh pada 29 Juni, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Maluku menggelar berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Mulai dari webinar keluarga, pelatihan pengelolaan sampah keluarga, literasi keuangan di Kampung KB, sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, edukasi remaja, senam bersama lansia hingga pengobatan gratis.
Rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial menjelang HARGANAS, tetapi merupakan bagian dari upaya besar membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Kepala Perwakilan BKKBN Maluku, dr. Edi Setiawan,S.Si.,M.Sc.,MSE menegaskan bahwa peringatan HARGANAS harus menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.
“HARGANAS bukan hanya sebuah peringatan tahunan. Kami ingin seluruh keluarga di Maluku mengetahui dan merasakan makna Hari Keluarga Nasional.
Setelah itu, tujuan yang lebih besar adalah membentuk keluarga-keluarga berkualitas, mulai dari calon keluarga, keluarga usia produktif hingga lansia, melalui berbagai program BKKBN,” ujarnya.
Menurut Edi, keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Karena itu, seluruh program yang dijalankan BKKBN dirancang untuk menyentuh setiap fase kehidupan keluarga.
Namun di balik semarak peringatan HARGANAS tahun ini, BKKBN Maluku juga menyoroti persoalan yang dinilai semakin mengkhawatirkan, yakni berkurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.
Mengusung tema nasional “Ayah Wajib Hadir”, Edi mengajak seluruh ayah di Maluku untuk kembali mengambil peran aktif dalam kehidupan keluarga.
“Saya mengajak semua ayah di Maluku untuk kembali hadir dalam keluarga. Kehadiran ayah sama pentingnya dengan kehadiran ibu. Ayah harus hadir dan aktif dalam pengasuhan anak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, banyak persoalan yang dialami anak dan remaja saat ini berawal dari minimnya kedekatan emosional dengan orang tua, khususnya ayah.
“Banyak ayah yang hadir secara fisik di rumah, tetapi tidak hadir secara batin. Tidak ada komunikasi yang hangat, tidak ada ucapan sayang, tidak ada waktu untuk menemani anak belajar, mendengarkan cerita mereka, atau menjadi tempat mereka berbagi masalah,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak pada perkembangan psikologis anak dan meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah sosial di kalangan remaja.
Karena itu, melalui momentum HARGANAS 2026, BKKBN Maluku ingin membangkitkan kembali kesadaran bahwa keluarga adalah benteng pertama dalam membentuk karakter generasi masa depan.
“Anak-anak tidak hanya membutuhkan nafkah. Mereka membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan kehadiran orang tua, terutama ayah. Kehadiran itu tidak bisa digantikan oleh teknologi maupun materi,” tambah Edi.
Puncak peringatan HARGANAS 2026 diharapkan menjadi momentum perubahan bagi keluarga-keluarga di Maluku untuk semakin memperkuat ikatan emosional, membangun komunikasi yang sehat, serta menghadirkan sosok ayah yang benar-benar terlibat dalam tumbuh kembang anak.
Dengan semangat “Ayah Wajib Hadir”, BKKBN Maluku berharap lahir generasi yang lebih tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan dari lingkungan keluarga yang harmonis dan berkualitas.
Editor : Redaksi