AMBON,N25NEWS.id – Semangat kebangkitan olahraga Maluku kembali menggema dari Baileo Lenong 9 Kota Ambon, Kamis (4/6/2026), saat Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Maluku masa bakti 2023–2027 resmi dikukuhkan setelah tertunda hampir tiga tahun.
Momentum penting ini dipimpin langsung Wakil Ketua Umum I PB PODSI, Laksamana Madya TNI Edwin, mewakili Ketua Umum PB PODSI Basuki Hadimuljono. Pengukuhan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa olahraga dayung Maluku siap naik kelas menuju panggung internasional, termasuk Asian Games 2026 hingga Olimpiade 2028.
Mengusung tema “Membangun Olahraga Dayung Maluku yang Berprestasi, Berdaya Saing dan Bermartabat”, pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi titik awal konsolidasi besar olahraga dayung di tanah para pelaut.
Ketua Pengprov PODSI Maluku, Ir. Muhammad Ulwan Talaohu, mengungkapkan meski kepengurusan baru resmi dilantik tahun ini, prestasi atlet dayung Maluku tetap berbicara banyak di tingkat nasional.
“Pada PON Aceh-Sumut kemarin, atlet dayung Maluku berhasil membawa pulang tujuh medali, terdiri dari satu emas, dua perak, dan empat perunggu. Ini bukti bahwa PODSI Maluku tetap bekerja walaupun belum sempat dilantik secara resmi,” ujar Ulwan.
Ia juga membeberkan kebanggaan lain, yakni keberhasilan atlet dayung Maluku menembus level nasional hingga internasional. Salah satu atlet putri terbaik diterima di Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), sementara atlet lainnya direkrut Polda Maluku setelah tampil di SEA Games 2025.
“Kami ingin jalur prestasi terus dibuka. Anak-anak muda Maluku harus percaya bahwa olahraga bisa mengubah masa depan mereka,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Maluku, M.A.S. Latuconsina, memberikan peringatan keras terkait menurunnya prestasi olahraga Maluku dalam beberapa edisi PON terakhir.
“Kalau bukan karena dayung dan tinju, mungkin Maluku sudah kehilangan medali emas di PON terakhir. Ini harus jadi alarm bagi semua cabang olahraga,” tegasnya.
Ia menyebut PODSI sebagai salah satu cabor paling konsisten dan menjadi lumbung emas Maluku selama bertahun-tahun. Karena itu, KONI Maluku akan memberi perhatian khusus bagi cabang olahraga unggulan menjelang Pekan Olahraga Nasional mendatang.
Tak hanya itu, KONI juga memastikan Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) akan digelar awal tahun 2027 sebagai ajang seleksi besar-besaran atlet menuju PON di NTT–NTB.
“Kita tidak punya waktu untuk santai. Semua cabor harus bergerak dari sekarang,” tegas Sam Latuconsina.
Dukungan penuh juga datang dari Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang menyebut olahraga dayung sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Maluku sejak zaman dahulu.
“Dayung itu ada dalam DNA orang Maluku. Nenek moyang kita hidup berpindah pulau dengan mendayung. Jadi wajar kalau Maluku melahirkan banyak atlet dayung hebat,” ujar Hendrik disambut tepuk tangan hadirin.
Namun Gubernur juga mengingatkan agar semangat pengurus tidak hanya ramai saat pelantikan.
“Biasanya saat dilantik semua semangat. Tapi setelah itu tinggal beberapa orang yang aktif. Saya tidak mau itu terjadi di PODSI,” sentilnya.
Menurut Hendrik, pemerintah akan memprioritaskan cabang olahraga yang terbukti mampu menyumbangkan medali, termasuk dayung, karate, dan tinju.
Di akhir acara, Waketum PB PODSI Laksdya TNI Edwin menyampaikan tiga instruksi penting dari PB PODSI kepada pengurus baru Maluku, yakni memperkuat pembinaan atlet, membangun kolaborasi lintas sektor, serta menggandeng sponsor sebagai bapak angkat olahraga dayung.
PB PODSI juga menargetkan atlet Indonesia mampu berbicara banyak di Asian Games Jepang 2026 hingga Olimpiade Amerika Serikat 2028.
“Target kita jelas, olahraga dayung Indonesia harus mampu meraih medali Olimpiade,” tegas Laksdya Edwin.
Acara ditutup dengan penyerahan pataka organisasi, penandatanganan berita acara pelantikan, dan penyerahan plakat penghargaan sebagai simbol komitmen bersama membangun kejayaan olahraga dayung Maluku.
Editor : Redaksi