AMBON,N25NEWS.id-PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) akan melihat tingkat kepadatan penumpang kapal menuju Ibu kota Kabupaten kepulauan Tanimbar,Saumlaki.
Hal ini mengingat,telah dilakukannya,Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) proyek pengembangan gas abadi Blok Masela di Desa Lermatang,Bumi Duan Lolat, beberapa waktu lalu.
Dengan telah dilakukannya kegiatan tersebut,arus pekerja yang akan terlibat langsung dengan proyek strategis Nasional (PSN) itu semakin banyak dan tentunya memerlukan sarana transportasi tujuan Bumi Duan lolat.
Kepala Bagian Operasional PELNI Ambon,Rajab mengatakan, untuk kapal yang melayani rute ke Saumlaki itu ada dua yakni,KM Pangrango dengan kapasitas 500 penumpang dan KM Leuser berkapsitas 1000 penumpang.
“Untuk penambahan armada angkutan ,itu harus dari perintah pusat.Apakah ada kapal yang didefisiasikan ke rute tersebut ,kami juga akan melihat volume penumpang ke sarana,untuk tambahan kapal tujuan tersebut ,harus dikonsultasikan ke Dirjen Perhubungan Laut kementerian perhubungan,”ungkapnya.
Untuk diketahui pada tahun 2012 sejak ditemukanya kandungan emas di daerah Gunung botak,Kabupaten Buru,banyak orang berbondong- bondong mendatangi bumi penghasil kayu putih tersebut.
Banyak orang datang dari seluruh penjuru Nusantara dengan tujuan gunung Botak dengan menaiki kapal pelni.
Salah satunya KM Lambelu ,bahkan jumlah penumpangnya ,melebihi kapaitas kapal itu ,yakni hampir 3000 orang dan kalau kapal tersebut sandar di
pelabuhan Ambon,terlihat banyak orang yang berada di daerah yang tidak diperuntukan untuk tidur penumpang ,yaitu ,sekoci dan lainya,yang sangat menyalahi aturan keselamatan pelayaran.
Seiring berjalannya waktu,pihak Pelni menetapkan,rute pelayaran KM Lambelu yang semula Bau Bau-Ambon-Namlea menjadi,Bau Bau-Namlea-Ambon.
Dengan demikian banyaknya penumpang tujuan Namlea pada saat itu dapat langsung turun di sana dan tidak lagi turun di Ambon ,sambil menunggu kapal feri ke Namlea.(**)