AMBON, N25NEWS.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 15–22 Juli 2026 sebagai upaya menjaga Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), mengendalikan inflasi, serta meningkatkan daya beli masyarakat.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Ambon dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Ambon, Muhammad Abdul Aziz, mengatakan pelaksanaan GPM melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani, peternak, kelompok tani (poktan/gapoktan), asosiasi, distributor pangan hingga Perum BULOG.
“Kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan dapat dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota hingga pelaku usaha. Sumber pasokan pangan kami melibatkan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan komoditas,” ujar Abdul Aziz.
Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Ambon yang sejalan dengan program nasional pengendalian inflasi. Secara nasional, pelaksanaan GPM diprioritaskan di 38 ibu kota provinsi serta 150 kabupaten/kota yang menjadi barometer inflasi atau Indeks Harga Konsumen (IHK).
Menurutnya, sasaran utama program ini adalah masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan agar dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih murah.
“Masyarakat Kota Ambon dapat memanfaatkan pasar murah ini yang akan bergulir di sejumlah kecamatan mulai 15 hingga 22 Juli 2026,” katanya.
Jadwal Gerakan Pangan Murah
Pelaksanaan GPM akan berlangsung di lima titik, yakni:
15 Juli 2026: Halaman Kantor Negeri Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon.
16 Juli 2026: Halaman Kantor Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon Baguala.
20 Juli 2026: Halaman Kantor Negeri Hutumuri, Kecamatan Leitimur Selatan.
21 Juli 2026: Halaman Masjid Nurul Mujahidin, Jalan Permi (Belakang RST), Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe.
22 Juli 2026: Halaman Masjid Nurulnissa, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan segar hasil petani dan peternak lokal, seperti cabai merah keriting, cabai rawit merah, tomat, bawang merah, bawang putih, hingga aneka sayuran segar.
Selain itu, tersedia pula kebutuhan pokok yang dipasok distributor dan Perum BULOG, seperti beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, serta ikan segar dari Dinas Perikanan Kota Ambon.
Harga Lebih Murah dari Pasaran
Pemkot Ambon memastikan seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Adapun daftar harga yang disiapkan antara lain:
Beras SPHP 5 kilogram: Rp60.000
Minyak goreng: Rp17.000 per liter
Gula pasir: Rp17.000 per kilogram
Telur ayam ras: Rp40.000 per rak
Ikan segar: Rp15.000 per kilogram
Bawang merah: Rp25.000 per kilogram
Bawang putih: Rp25.000 per kilogram
Cabai rawit: Rp40.000 per kilogram
Cabai merah keriting: Rp35.000 per kilogram
Tomat: Rp15.000 per kilogram
Sayuran segar (bayam, sawi, kangkung): Rp5.000 per ikat.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kota Ambon berharap stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga, laju inflasi daerah dapat dikendalikan, serta kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau di tengah dinamika harga pasar.
Penulis : Kris
Editor : Redaksi