SAUMLAKI,N25NEWS.id-Seharusnya Perusahaan Listrik Negara (Persero) PLN, sudah menerapkan masa siaga sebelum hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, dan 2023. Kesiap-siagan itu harus sudah terncana sebelum memasuki Nataru, bukan saat Nataru, baru disiagakan, ini keliru.
Akhirnya hasil yang dirasakan pelanggan PLN, masyarakat harus terima, walau tidak menginginkan seperti yang terjadi di Kecamatan Wertamrian,Kormomolin dan Nirunmas, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Cukup dipahami tentang cuaca saat bulan Desember, Januari, dan seterusnya. Semua juga pada tau, di bulan-bulan itu dipastikan terjadi cuaca buruk, termasuk Manager UP3 PLN Saumlaki, dan seluruh pegawai mengetahui itu, olehnya seperti telah disinggung kesiap-siagaan itu sudah dilakukan sebelum Nataru.
Untuk mendukung kelancaran pelayanan yang baik, harusnya sejak awal Manager UP3 PLN, sudah siapkan beberapa personil untuk terjun langsung ke lapangan untuk mencari tau beberapa tiang PLN yang sudah miring, hampir roboh, termasuk kabel jaringan tenaga listrik yang rendah (JTR), juga cabang atau ranting pepohonan yang dianggap mengganggu.Ini perlu ada perbaikan dilakukan, bukan menunggu saatnya sudah terjadi baru dilakukan, ini fatal.
Masih teringat saat Manager UP3 PLN Saumlaki, Muhamad Ichlas, saat menjabat, hal-hal seperti yang telah disebutkan, jauh hari sebelumnya telah dilakukan, dengan menerjunkan pegawainya serta meminta bantuan kepada masyarakat siapa saja yang melihat adanya tiang PLN yang sudah miring agar tolong diinfokan.
Laporkan untuk ditindaklanjuti perbaikannya, sehingga itu menjadi kenyataan saat memasuki hari-hari raya besar, atau kegiatan keagamaan lainnya. Hal ini juga bisa dibuktikan dengan adanya momen keagamaan umat Muslim saat MTQ, sehingga keandalan pasokan listrik aman, didukung dengan pembersihan, pemangkasan pohon, dan kabel jaringan.
Dengan padannya lampu listrik hampir seminggu lebih di hari Natal dan Tahun Baru, ini adalah bukti ketidaksiapan PLN Saumlaki. Kelemahan Manager UP3 PLN Saumlaki, bisa saja dilihat dan diduga, tidak kontrolnya fasilitas aliran listrik dilakukan seperti kegiatan yang dilakukan Manager sebelumnya, hingga membuat kegelapan beberapa hari yang dialami masyarakat desa sekitar kecamatan wertamrian, Kormomolin dan kecamatan Nirunmas, amburadul jadinya.
Ini diduga suatu kelalaian yang dilakukan oleh Manager UP3 PLN Saumlaki, terkait manajemen, SOP, di lingkaran PLN itu sendiri. Masyarakat mempunyai tanggung jawab membayar rekening listrik, PLN harus lakukan pelayanan prima juga, apalagi dihari Nataru. Hal ini bukan masalah suka, atau tidak suka, namun ini keterkaitan dengan tanggungjawab pelayanan.
Jangan karena dengan cuaca yang faktanya lalu kemudian ini menjadi alasan. Nyawa manusia para pegawai menjadi taruhan (PLN) itu sendiri, namun itu tidak bisa juga untuk kenyamanan saat pelanggan atau masyarakat melakukan aktifitas umum seperti beribadah.
Diminta kepada General Manager, Wilayah X Propinsi Maluku, untuk bisa melihat kelalaian, kealpaan yang dilakukan pihak PLN Saumlaki, (Manager UP3 PLN) harus bertanggungjawab.
Jangan dikira ini main-main, saat beribadah saja terganggu, mohon kiranya ini menjadi bahan masukan, sekaligus kritik kepada Pimpinan. Jangan fokus terus kepada penagihan rekening saja, lalu pelayanan diabaikan, jelas tidak dibenarkan.
Reporter : JM