AMBON,N25NEWS.id-Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sering menjadi polemik ditengah masyarakat.
” Bantuan sosial menjadi salah satu keluhan masyarakat ,dimana-mana selalu ada keluhan terkait bansos,” ungkap Wali Kota Ambon,Boedewin Wattimena pada kegiatan Bimbingan Teknis Digitalisasi Bantuan sosial di Balai Kota,Selasa (12/5/2026).
Menurutnya,yang menjadi masalah selama ini adalah mekanismenya hingga kepada penerimannya.
“Ada keluhan, yang menerima bantuan karena memiliki kedekatan dengan oknum RT/RW dan orang kelurahan,kantor desa/ raja,hingga ke dinas sosial,sehingga masih ditemukan masalah,” terang Wali Kota.
Oleh sebab itu, seiring dengan perkembangan jaman,pemerintah melakukan digitalisasi data penerima Bansos,agar tidak lagi terjadi masalah.
Wali Kota berharap para peserta yang mengikuti kegiatan dapat memahami tujuan dari program.
“Memahami secara teknis tahapan dan mekanisme yang dilakukan implementasinya tidak ada masalah, sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” harapnya.
Ditempat yang sama,Plt Deputi Bidang Tranformasi Digital Pemerintah Kementerian PAN- RB,Cahyono Tri Birowo menyampaikan,saat ini pemerintah pusat masih membuat regulasi guna pelaksanaanya.
“Pendataan secara manual tetap dilakukan,perekaman data secara online akan dilakukan bagi semua masyrakat sangat dibutuhkan bantuannya,” katanya.
Oleh sebab itu, dengan perekapan data secara digital dapat diketahui perkembangannya,agar penyaluran bansos tidak salah sasaran.
Sementara,Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Ambon,Hanny Tamtelahitu menyampaikan, Kota Ambon masuk dalam 42 kota / kabupaten dari 10 provinsi sebagai contoh (piloting) digitalisasi penyaluran Bansos untuk wilayah timur Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh 650 orang sebagai agen pendamping yang berperan penting dalam mensukseskan program nasional ini ,dimana penyalurannya melalui perbankan.(**)