AMBON,N25NEWS.id- Upaya Pemerintah Desa Waiheru untuk menurun angka resiko stunting terus di upayakan desa tersebut.
Kepala Desa Waiheru Usman Elly menyebut,Jumlah anak beresiko stunting di Desa Waiheru, Kecamatan Baguala Kota Ambon,pada tahun 2021 sebanyak 63 kasus,namun kini mengalami penurunan menjadi 20 kasus yang segerah ditangani pada tahun 2023 ini.
Lebih lanjut,Usman Elly mengatakan penanganan kasus stunting di Desa Waiheru menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) tersebut,cukup berhasil,dimana saat dirinya menjabat tahun 2022 kasus resiko stunting mengalami penurunan signifikan yakni hanya 20 kasus.
“Memang pada bulan April kasus stunting dari 63 turun menjadi 30 kasus.Itu data dari BKKBN.Namun,di tahun 2022 ketika saya menjabat kasus stunting turun menjadi hanya 20 kasus,”akui Usman Elly.
Selain itu,turunya kasus stunting di Desa Waiheru,karena penanganan yang serius dan adanya dukungan dari pemerintah dengan setiap bulannya Desa Waiheru mendapat bantuan makanan tambahan untuk anak-anak.
Adapun,Kepala Desa Waiheru,Usman Elly berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di desannya menjadi 0 persen pada tahun 2024.
“Kami sangat bersyukur karena dari 63 kasus,turun menjadi 20 kasus.Mengapa demikian karena, stunting menjadi fokus perhatian dari Kader Pembangunan Manusia (KPM),”ujar Usman Elly.
Diketahui jumlah KPM di Desa Waiheru sebanyak 8 orang.Dimana,tugas KPM adalah memberikan pembinaan dan memantau setiap kegiatan Posyandu di Desa Waiheru yang berjumlah 10 unit dan Posyandu Lansia 5 unit.
“Untuk itu,saya berharap dengan kelompok KPM,kita akan berusaha jangan ada lagi kasus stunting di Desa Waiheru,kalau bisa di Desa Waiheru 0 persen,”pungkas Usman Elly.