APBD-P 2026,Pemkot Ambon Tetap Berfokus Pembangunan Di Sisa TA

by
by

AMBON,N25NEWS.id-APBD Perubahan (APBD- P) 2026 akan menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di sisa waktu tahun Anggaran ( TA) berjalan.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon,Boedewin Wattmena dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027, Jumat (25/9/2026) malam, di ruang rapat paripurna DPRD Kota Ambon.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela, didampingi Wakil Ketua I, Gerald Mailoa.

Wali Kota  pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD,serta Badan Anggaran yang telah bekerja keras menuntaskan pembahasan meski dalam waktu yang sangat terbatas.

“Kerja keras dan keseriusan Pimpinan dan Anggota Dewan menunjukkan bahwa konsolidasi serta kemitraan antara Pemkot dan DPRD Kota Ambon tetap solid,”katanya.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk responsif terhadap gejolak ekonomi, penanganan inflasi daerah, mengantisipasi perubahan iklim ekstrem, serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat
Dijelaskannya,saat ini  fokus utama Pemkot Ambon untuk  peningkatan realisasi pendapatan, pemenuhan kewajiban utang carry over/SOPD, peningkatan pelayanan dasar, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Terkait kenaikan target kinerja APBD sebesar kurang lebih Rp6 miliar pada Perubahan APBD 2026, Wali Kota menegaskan pentingnya kerja keras dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengumpul. Perubahan APBD merupakan ruang terakhir penyesuaian asumsi anggaran, sehingga target yang telah dinaikkan wajib direalisasikan secara optimal.

Wali Kota memastikan target PAD bisa tercapai dalam sisa waktu dua bulan lebih, maka skema reward and punishment akan diterapkan secara tegas.

“Bagi OPD yang mencapai target PAD hingga 100 persen, akan diberikan reward (penghargaan), baik berupa penambahan alokasi perjalanan dinas maupun insentif target tahun depan. Namun sebaliknya, OPD yang gagal mencapai target akan dijatuhi punishment (sanksi), salah satunya berupa penundaan atau tidak dibayarkannya TPP selama satu bulan,” jelasnya.

Selaku kepala daerah,dirinya  mengutamakan evaluasi mendalam terkait penganggaran Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.
Berkaca dari pengalaman beberapa tahun terakhir, belum terealisasinya transfer DBH tepat waktu kerap memicu penumpukan utang daerah di akhir tahun dan berdampak pada kelancaran pembayaran TPP pegawai maupun Alokasi Dana Desa (ADD) bagi Pemerintah Negeri.
Tahun depan, jika belum ada kepastian transfer, kita berharap dana bagi hasil khususnya dari provinsi tidak lagi dianggarkan. Lebih baik kita tidak menganggarkan belanja daripada harus terus memupuk utang yang terbawa ke tahun-tahun anggaran berikutnya,” tandasnya.

Menurutnya,seluruh catatan korektif dan masukan dari fraksi-fraksi DPRD terutama terkait peningkatan PAD dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah menuju opini WTP yang berkualitas akan menjadi perhatian serius Pemkot Ambon untuk segera ditindaklanjuti.

Sementara itu Sembilan fraksi di DPRD Kota Ambon menerima dan menyetujui rancangan perubahan APBD Kota Ambon Tahun Anggaran 2026.

Kesembilan fraksi tersebut yakni Fraksi PKS, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi PKB, Fraksi NasDem, Fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi Keadilan Amanat Pembangunan, dan Fraksi Hati Nurani Buruh Solidaritas.

Pendapat akhir fraksi-fraksi disampaikan oleh Ketua Fraksi Hati Nurani Buruh Solidaritas, Hadiyanto Junaidi
dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan I tahun sidang 2026-2027, Jumat (25/9/2026) malam, di ruang rapat paripurna DPRD Kota Ambon.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Ambon, Mourits L. Tamaela, didampingi Wakil Ketua I, Gerald Mailoa.

DPRD menyepakati postur Pendapatan Daerah sebesar Rp1.190.548.282.597,00 dan Belanja Daerah sebesar Rp1.332.426.116.468,33.

Selanjutnya, Pendapatan Daerah dalam Perubahan APBD Tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp1.190.548.282.897,00, naik sebesar Rp64.294.785.161,00 atau 5,71 persen dari anggaran sebelum perubahan sebesar Rp1.126.253.497.736,00.
Pendapatan tersebut terdiri atas pendap.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *