Deni Nifmaskosu Diduga Lakukan Penipuan Dan Penganiayaan Terhadap Seorang Perempuan VAY

by -305 views
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Awal pertemuan dengan Deni Nifmaskosu, di Jakarta. Saat itu suami VAY telah meninggal dunia, (Almarhum). Si Deni nyatakan perasaannya kepada VAY, dengan tujuan menjadikan wanita tersebut sebagai istrinya.

VAY pun meyakininya karena Deni berniat bertemu orang tua dan keluarga. Begitu cerita VAY, via telepon,Sabtu (29/4/2023).

Deni Nifmaskosu, yang juga penjaga salah satu SPBU Larat itu, benar-benar membuat wanita VAY, yakin akan cintanya dan dipastikan akan menikah.

Kepura-puraan lelaki berkulit putih ini, berhasil membuat wanita tersebut tak berdaya dan mengikuti, serta menuruti apa kata Deni.

Karena cinta wanita VAY ini, Deni berhasil meraup uang sejumlah Rp. 20.000.000, dengan cara meminjam ke VAY, padahal uang tersebut adalah uang santunan kematian suami VYA, (Almarhum).

“Uang santunan kematian suami saya, diketahui Deni, olehnya dia merayu serta menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut, karena, uang tersebut adalah uang santunan kematian,”tuturnya.

Namun,uang tersebut belum sempat dikembalikan saat di Jakarta, dia pun mengajak VAY, untuk berangkat ke daerahnya yakni Larat.

“Saya pun bersedia mengikutinya karena berjanji demi masa depan kami berdua,”ungkap VAY.

“Setelah tiba di Maluku, tepatnya di kota Larat, bukannya saya mendapatkan kasih sayang, namun yang terjadi hanya ada penganiayaan, kekerasan terhadap diri saya,”ujar VAY sambil menangis.

Selama di Larat, kurang lebih dua tahun, VAY mengaku selalu mendapatkan perlakuan kasar dari Deni, namun dirinya tetap mencoba untuk bersabar.

“Satu saat kemudian Deni Nifmaskosu, mengajak saya untuk pergi ke kota Manado Sulawesi Utara, dipikiran saya, semoga tidak terulang lagi cara-cara kasar, serta sering menganiaya saya, tidak lagi terulang, namun apa yang saya dapatkan, lebih sadis dia perlakukan saya sangat ekstrim,”tuturnya lagi.

Selama kurang lebih satu tahun hidup bersamanya di Manado, tiada hari tanpa tidak dianiaya, dia (Deni) selalu melakukan kekerasan, pemukulan terhadap wanita malang itu.

Tambahnya, pernah dengan alat tajam (parang) Deni mengejar VAY, dan sempat berlari ke tetangga meminta perlindungan. Akhirnya, VAY, sudah tidak tahan dengan kebiasaan tabiat Deni,VAY melaporkan ke Kepolisian Resort Manado, guna mendapat proses hukum.

Namun rayuan gombalnya, VAY, mencabut laporan Polisi tersebut dan berharap kebiasaan kasarnya tidak terulang lagi.

Akan tetapi harapan VAY, Deni berubah, namun kembali lagi perlakuan kasarnya terjadi lagi. Hingga pada suatu saat, VAY, sudah tidak tahan, akhirnya melarikan diri dari Deni dan pulang ke orang tua, serta keluarganya di Jakarta.

VAY, mengatakan tidak akan lagi mempertahankan hubungan demikian, olehnya VAY berharap agar kesepakatan menggantikan uang pinjaman santunan kematian suami, harus dibayarkan oleh Deni, bukti rekaman telepon VAY dengan Deni, tersimpan.

Namun jika menolaknya, kata VAY, akan dengan Penasehat Hukum, melaporkan ke Polres Tanimbar.

Wanita yang mengalami nasib malang, karena kekerasan yang dilakukan oleh lelaki yang tidak punya kasih sayang ini, berjanji jika tidak mengembalikan pinjaman uang santunan kematian suaminya, dirinya akan membongkar hal lain yang masih tersimpan utuh di handphone VAY.

Ditanya kira-kira bukti seperti apa VAY hanya katakan, jika ini dibuka diyakininya, akan ditangkap pihak kepolisian,”Pokonya ada pak dan saya tidak main-main dengan orang itu,”tutup VAY.

Reporter : MJ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *