AMBON,N25NEWS.id-Pariwisata di Kota Ambon selama ini mati suri karena tidak memiliki konsep yang jelas.Pasalnya, pemerintah daerah dalam hal ini kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon tidak memahami tentang bagaimana penyelenggaraan sebuah event yang tentu berdampak pada pariwisata di Kota Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya.
Hal ini dikatakan,Niko Ngeljaratan salah satu pemerhati pariwisata di Maluku,kepada N25NEWS.id,Selasa (28/3/2023).
Lebih lanjut menurut Niko Ngeljaratan,berbicara terkait kepariwisataan di bumi raja-raja ini, pariwisata tentu soal lintas sektoral yang bersinergi dengan dengan stekholder guna membangkitkan pariwisata di Maluku yang selama ini mati suri, terkhusus kota Ambon.
“Kita perlu bersinergi agar pariwisata di Ambon bangkit dari tidurnya yang lama,”papar Niko Ngeljaratan.
Dijelaskannya lagi, kolaborasi antar sektoral seperti pada sektor perhubungan,Dinas Persampahan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat,menjadi vital,karena semua komponen dilibatkan, seperti perhubungan yang menyiapkan berbagai transportasi baik darat maupun laut dan juga penataan para supir taksi yang terorganisir dengan rapi.
“Jujur saya boleh katakan pada sudut-sudut Kota Ambon masih terlihat sampah dimana-mana, olehnya Dinas Persampahan perlu mengedukasi masyarakat tentang kesadaran dalam membuang sampah dan juga didukung dengan tempat-tempat sampah yang dibangun harus bagus agar masyarakat nyaman dalam membuang sampah,”jelasnya.
Sedangkan kata Niko Ngeljaratan untuk sektor pemberdayaan masyarakat Pemkot Ambon harus bisa menciptakan kebutuhan-kebutuhan pariwisata bagi wisatawan-wisatawan, seperti restoran-restoran dan hotel-hotel yang ditatah secara profesional.
“Saya pikir ini lebih menyentuh ke masyarakat,karena masyarakat akan mengembangkan usaha mereka seperti bidang kreativitas salah satu contohnya pembuatan souvenir.Bukan hanya itu masyarakat juga bisa menambah ilmu pengetahuan yakni belajar bahasa Inggris,Jepang dan Mandarin dari berbagai turis untuk kebutuhan wisatawan,”ujarnya.
Adapun,Niko Ngeljaratan mengakui,kerja dinas Pariwisata Kota Ambon masih ada ego sektoral (tidak mengandalkan sektor-sektor lain),padahal seperti yang telah disinggung diatas bahwa semua sektor harus bersinergi,sehingga dengan demikian tujuan Maluku sebagai tuan rumah yang baik yang mengarah pada industri wisata itu bisa terwujud.
Kita tahu Ambon City of music di bawah Dinas Pariwisata Kota Ambon, dimana dinas tersebut tidak melihat banyak musisi yang belum sejahtera. Tidak ada upaya yang terliat dari kadis, dan juga untuk menghidupksn sentra sentra pariwisata Kota Ambon yang dapat menjadi daya tarik dari wisatawan untuk datang. Dinas Pariwisats Kota harus lebih kreatif dalam mengembangkan Pariwisata sehingga banyak masyatakat dapat nikmati manfaatnya.
“Oleh karena itu,saya berharap pemerintah harus mendorong,selain itu harus ada kerjasama dengan pemerintah desa, RT/RW,maupun tokoh-tokoh agama,sehingga pariwisata di Kota Ambon bisa berjalan dengan baik,”pungkasnya.