MBD,N25NEWS.id – Tantangan geografis masih menjadi salah satu persoalan utama dalam pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan Maluku. Akses antarwilayah, air bersih, pendidikan, kesehatan hingga ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama agar pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat.
Persoalan tersebut menjadi salah satu fokus dalam pembukaan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat Tahun 2026 di Lapangan Kalwedo, Kota Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Rabu (7/10/2026).
Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, yang memimpin langsung upacara pembukaan, menilai kegiatan Bakti TNI AD bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami memberikan apresiasi kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam XV/Pattimura, atas komitmen melaksanakan kegiatan ini di Maluku,” ujar Vanath.
Menurutnya, sejumlah sasaran kegiatan memiliki kaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari peningkatan konektivitas antarwilayah, akses air bersih, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan hingga penataan lingkungan.
Bagi Maluku sebagai provinsi kepulauan, pembangunan tidak cukup hanya berpusat di wilayah perkotaan. Akses pelayanan dasar harus mampu menjangkau masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dan wilayah dengan tantangan geografis yang berat.
Vanath menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri untuk mewujudkan pembangunan yang merata.
“Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk mempercepat pembangunan,” katanya.
Ia berharap Bakti TNI AD dapat membantu membuka akses pembangunan hingga wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Namun, keberlanjutan hasil pembangunan juga menjadi perhatian. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut menjaga fasilitas dan hasil pembangunan yang telah diwujudkan.
Vanath mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan bersama dalam menjawab berbagai persoalan di daerah.
“Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan besar dalam memperkuat persatuan, memperkokoh ketahanan nasional, sekaligus mewujudkan Maluku yang semakin maju, adil dan sejahtera,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kodam XV/Pattimura dan Korem 151/Binaiya, Wakil Bupati MBD, Ketua DPRD MBD, Kapolres MBD, Dandim 1511/Pulau Moa, Kajari MBD, jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN/BUMD, tokoh agama, tokoh masyarakat, camat, lurah serta kepala desa se-Pulau Moa.
Sumber : Diskominfo Maluku
Editor : Redaksi