AMBON,N25NEWS.id-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menegaskan pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada jalan, gedung, maupun infrastruktur.
Yang tidak kalah penting adalah membangun masyarakat yang memiliki karakter, kepedulian sosial, serta kehidupan spiritual yang kuat agar mampu menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat menghadiri ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-122 Jemaat GPM Rehoboth, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, gereja memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Melalui pelayanan kepada keluarga, anak-anak, dan generasi muda, gereja dinilai mampu menjadi benteng moral untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakat,” ujar Bodewin.
Ia mengingatkan, perkembangan teknologi informasi dan media sosial membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi bersama.
Menurutnya, menurunnya kepedulian sosial, penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga berbagai pengaruh negatif terhadap generasi muda tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri.
Karena itu, keterlibatan gereja menjadi sangat penting untuk memperkuat ketahanan keluarga, membina karakter generasi muda, serta menanamkan nilai-nilai kasih, toleransi, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Gereja harus tetap menjadi rumah iman yang memperkuat kehidupan keluarga dan membimbing generasi muda agar tetap takut akan Tuhan,” katanya.
Bodewin juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persaudaraan di tengah keberagaman yang menjadi identitas Kota Ambon. Menurutnya, stabilitas sosial merupakan modal utama agar pembangunan ekonomi, pendidikan, investasi, dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik.
“Berbeda itu biasa, tetapi menjaga persaudaraan dalam setiap perbedaan adalah sesuatu yang luar biasa. Mari kita terus menjaga kebersamaan demi Ambon yang aman, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ambon berkomitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Namun, keberhasilan program pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja sebagai mitra strategis dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Menurut Bodewin, ketika pemerintah dan gereja berjalan bersama, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui terciptanya lingkungan yang lebih aman, keluarga yang lebih kuat, serta generasi muda yang memiliki karakter dan kepedulian terhadap sesama.
Wali Kota berharap HUT ke-122 Jemaat GPM Rehoboth menjadi momentum memperkuat semangat pelayanan sekaligus mempererat kolaborasi antara gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kota Ambon.
“Kiranya sukacita perayaan ulang tahun ini semakin memotivasi seluruh warga jemaat untuk terus setia melayani di kebun anggur Tuhan serta menjadi berkat bagi Kota Ambon dan masyarakat luas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPM Rehoboth, Pdt. W.D. Tuhumena, M.Th, mengajak seluruh warga jemaat menjadikan usia ke-122 sebagai momentum untuk terus hidup dalam ucapan syukur dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Mengusung tema “Rumahku, Gerejaku Memberi dari Kelimpahan Syukur dalam Penyertaan-Nya,” ia mengatakan perayaan ini menjadi ajakan bagi seluruh jemaat untuk terus bertumbuh dalam iman, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan kasih Tuhan melalui pelayanan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku dan DPRD Kota Ambon, para pendeta yang pernah melayani di Jemaat GPM Rehoboth, serta sejumlah undangan lainnya.(**)