AMBON,N25NEWS.id-Akses transportasi ruas jalan Trans Pulau Seram yang menghubungkan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Seram Bagian Timur (SBT) ambruk akibat diterpa banjir.
Terhadap ambruknya dua jembatan, anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias
menegaskan pihak komisi dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi terhadap kulitas kedua jembatan tersebut.
“Yang namanya bencana tidak dapat kita hindari, tapi dengan bencana kita juga akan melakukan evuluasi, terhadap infrastruktur jembatan yang mungkin saja dibangun dimasa lampau itu, perancanaan sudah betul tapi kondisi alam yang membuat sehingga infrastruktur seperti jembatan terjerus derasnya air sungai,”tandas, Yermias via selulernya,Selasa (11/7).
Menurutnya, kalau saat ini kondisi curah hujan sangat tinggi yang menerpa Kota Ambon dan Pulau Seram, sehingga berdampak tidak bisa dihindari.
“Itu dampaknya kita tidak bisa kita hindari, akibatnya jembatan Waitone terjerus air dan dua bentangan jembatan Kawanoa terhanyut deras air,”ujar Anos Yeremias.
Sebagai langkah antisipasi, kata Anos Yermias agar akses transpotasi bisa digunakan masyarakat harus dilakukan tanggap darurat dan itu dapat dilakukan setelah tim dari BPJN mendatangi lokasi agar dapat melakukan peninjauan secara dekat.
“BPJN sesuai dengan koordinasi yang kami lakukan, sudah mengambil langkah. Kepala BPJN sendiri pak Bambang Widiyanto sekarang ini sudah berada dilokasi bersama Satker 1 BPJN Tonce Lewol,”akuinya.
Terhadap itu, sambungnya kalau pihak komisi telah mengusulkan untuk dibuat Jembatan Bailey adalah jembatan rangka baja pra-fabrikasi yang bersifat portabe, agar dapat digunakan sebagai tanggap darurat.
“Jadi kita tunggu saja, dengan penyampaikan kepala BPJN kepada kami, bahwa setelah air surut akan dilakukan penanganan tanggap darurat,”ucapnya.
Untuk jembatan yang ambruk, lanjutnya dari dua jembatan salah satunya sudah dilakukan tanggap darurat, berupa penimbunan dan sudah berhasil dilalui transpotasi.
Bahkan sambil menunggu dilakukan tanggap darurat dalam membantu mobilisai masyarkat di kecamatan Tehoru dibeberapa desa di pulau Seram, Komisi III juga sudah berkoordinasi dengan pihak Pelni agar bisa mengirim dua kapal Sabuk Nusantara (Sanus) 06 dan 07 untuk melayani masyarakat, jika kondisi cuaca membaik.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pelni, kalau cuaca membaik segera kirim kapal kesana,”ujarnya.
Namun sebelumnya harus ada surat deviasi, dari Camat Tehoru, berupa penyampaian deviasi kapal, selanjutnya dari surat camat akan ditindak lanjuti DPRD ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membantu mobilisai masyarakat sambil menunggu penanganan tanggap darurat selesai dikerjakan.
“Deviasi kapal hanya bentuk antisipasi saja, untuk dikerahkan membantu mobilisasi masyarakat Tehoru menuju desa Demo-Werinama,”cetusnya.(**)