Masa Kepengurusan Asprov PSSI Maluku Telah Berakhir, Pemerhati Sepak Bola Desak PSSI Pusat Segera Tunjuk Plt

by -2 views
by
Yondry Pirsou Mantan PeSepakbola/Pemerhati

AMBON,N25NEWS.id – Masa kepengurusan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku periode 2021–2025 yang telah berakhir mulai menjadi perhatian kalangan pecinta sepak bola di Maluku.

Pemerhati sepak bola Maluku, Yondri Pirsou, menilai PSSI Pusat perlu segera mengambil langkah dengan menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Maluku agar roda organisasi sepak bola di daerah tidak mengalami stagnasi.

Menurutnya, hingga saat ini Maluku menjadi salah satu daerah yang belum memiliki Plt, sementara sejumlah Asprov lain di Indonesia telah lebih dahulu mendapatkan penunjukan dari PSSI Pusat.

“Daerah lain sudah memiliki Plt. Tinggal Maluku yang sampai saat ini belum ada. Padahal banyak agenda sepak bola yang harus dipersiapkan,” ujar Yondri.

Ia menjelaskan, keberadaan Plt sangat penting untuk memastikan organisasi tetap berjalan sambil menunggu proses pembentukan kepengurusan definitif.

Tanpa adanya kepemimpinan yang jelas, berbagai agenda sepak bola daerah dikhawatirkan akan terganggu, mulai dari pembinaan usia dini hingga pelaksanaan kompetisi resmi.

Menurut Yondri, beberapa agenda penting yang membutuhkan perhatian serius antara lain pelaksanaan Piala Suratin, Liga 4, kompetisi kelompok umur, serta penguatan kepengurusan Askab dan Askot PSSI di kabupaten/kota.

“Kalau tidak segera ada Plt, tentu akan berpengaruh terhadap jalannya program pembinaan dan kompetisi. Sepak bola Maluku membutuhkan kepastian organisasi agar semua agenda bisa berjalan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai sosok yang nantinya ditunjuk sebagai Plt harus memiliki kemampuan manajerial yang baik, memahami regulasi organisasi, serta mampu menjaga netralitas menjelang agenda-agenda organisasi yang akan datang.

Selain itu, faktor dukungan finansial juga dianggap penting agar program-program pembinaan dapat tetap berjalan secara optimal.

“Plt harus mampu mengelola organisasi dengan baik, netral, taat aturan, dan memiliki kapasitas untuk menjaga keberlangsungan program sepak bola di Maluku,” tegasnya.

Yondri juga membantah anggapan yang menyebut sepak bola Maluku minim aktivitas kompetisi. Menurutnya, Maluku masih memiliki klub dan kompetisi yang aktif mengikuti agenda resmi PSSI.

Ia mencontohkan keikutsertaan klub asal Maluku dalam kompetisi nasional serta berbagai kompetisi daerah yang terus berjalan sebagai bukti bahwa potensi sepak bola Maluku masih sangat besar.

“Sepak bola Maluku tetap hidup. Kita masih memiliki tim dan kompetisi yang berjalan. Karena itu organisasi harus segera diperkuat agar pembinaan dan prestasi bisa terus berkembang,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *