AMBON,N25NEWS.id-Deputi Bidang Lalitbag BKKBN RI,Prof.drh.Rizal Damanik,M.Repsc,Ph.D mengatakan,angka stunting di Provinsi Maluku turun 26,1 persen di tahun 2022 berbanding tahun sebelumnya di angka 28,7 persen,berkat kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak,salah satunya BKKBN Provinsi Maluku.
“Memang turun 2 persen,namun secara umum atau secara garis besar prevalensi stunting di Provinsi Maluku masih cukup tinggi.Hanya ada 2-3 kabupaten yang berada pada 20 persen,sedangkan selebihnya hanya diatas 25 persen,ini cukup memprihatinkan,bahkan ada 1 kabupaten diatas 30 persen,nah ini harus dapat perhatian lebih,”kata Rizal Damanik disela-sela Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Santika Premiere Ambon,Rabu (15/2).
Menurutnya,dari catatan tersebut,hanya mengalami sedikit penurunan dari yang mereka targetkan.Olehnya, Rakorda yang digelar BKKBN itu dalam rangka menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Kita akan buka catatan masing-masing, apakah TPK benar ?, melakuakn bimbingan kepada keluarga yang beresiko stunting, fasilitas sarana,apalah bidan juga berperan untuk mengedukasi masyarakat?, misalnya soal jarak kehamilan, kontrasepsi dan lain-lain,” lanjutnya.
Adapun rapat yang digelar di Ballroom Lt.5 Hotel Santika Premier Kota Ambon itu bertajuk ‘Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan kelurga Berencana (Banggakencana) dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023’ dengan tema ‘Peningkatan Sinergritas dan Kolaborasi Pencapaian Program Banggakencana dan Percepatan Penurunan Stunting.
Rapat untuk pemecah masalah stunting pada tahun 2023 itu akan berlangsung selama 2 hari di Hotel santika Premier Kota Ambon.
“Saya harap akan selalu ada inovasi dan kreasi, ya harap juga untuk mengaktifkan unit-unit pelaksana teknis dilapangan, misalnya Posyandu kita jalan ga ? sehingga data bayi yang datang tidak melebihi,” tandasnya.
Sementara itu,Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Provinsi Maluku,Sarles Brabar SE.,M.Si,dalam sambutannya menyampaikan,pada kegiatan Pra Rakorda hari ini,akan dilaksanakan penandatangan kontrak antara BKKBN dengan Satgas percepatan penurunan stunting Provinsi Maluku (Promal),penandatangan kontrak kerja antara BKKBN dengan OPD Dalduk-KB kabupaten/kota,serta materi-materi evaluasi program Bangga Kencana.
Program tersebut akan disampaikan penanggung jawab bidang Perwakilan BKKBN Promal dan evaluasi serta pemanfaatan DAK Sub Bidang KB tahun 2022-2023 oleh Kepala Biro Keuangan BKKBN Pusat.
Adapun,peserta yang mengikuti Pra Rakorda Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting adalah OPD Dalduk-KB kabupaten/kota se-Maluku,mitra kerja (IBI),Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Promal,Kementerian Agama Provinsi Maluku,dan TP-PKK Promal,serta BKKBN Provinsi Maluku.
“Untuk itu,melalui forum Pra Rakorda ini,mari kita sama-sama mencari strategi dan upaya maksimal untuk pelaksanaan program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.Semoga awal yang kita bangun melalui rapat koordinasi program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting tahun 2023 ini mendapat hasil yang lebih baik lagi,”pungkasnya.