Soal SMA Terbakar Disdikbud Diminta Koordinasi Bersama Kemendikbud

by -3 views
by

AMBON,N25NEWS.id-Menyikapi SMA Negeri 1 Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yang terbakar akibat konflik sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) intens berkoordinasi bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Diketahui,SMA Negeri 1 Kei Besar merupakan salah satu dari 26 sarana prasarana yang dibakar saat bentrok antar warga Bombai dan Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara beberapa waktu lalu yang tentu berdampak terhadap proses belajar mengajar siswa-siswi di sekolah itu.

“Kami juga sudah sampaikan ke Dinas dan mereka sementara sampaikan ke pusat untuk langkah-langkah diambil, agar sekolah ini bisa ada penanganan khusus dan segera dibangun. Kalau tidak maka anak-anak mau sekolah dimana,” ucap Rofik kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/11).

Berdasarkan laporan kata Rovik, ada beberapa ruangan di SMA 1 Kei Besar yang dibakar, yakni ruangan IPA XII, ruangan kesiswaan, ruangan kepala sekolah, ruangan tata usaha, laboratorium komputer dan fisika yang semuanya dibangun dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Walaupun seluruh ruangan itu baru saja selesai dibangun, tetapi dengan adanya peristiwa ini, maka pihaknya meminta pemerintah pusat untuk dapat mengambil bagian penting untuk menyelesaikan sekolah tersebut.

Dengan adanya kejadian ini Rofik berharap, agar bentrokan yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak terulang kembali, sebab selain menimbulkan korban jiwa, juga berdampak buruk untuk masa depan generasi muda.

Ditempat terpisah Kadis Dikbud Maluku, Insun Sangadji yang dikonformasi mengatakan, dirinya sangat sesalkan kenapa setiap terjadi konflik antara warga, kenapa ada sekolah yang harus dibakar sehingga ini akan menyebabkan siswa-siswi yang menjadi korban.

“Kenapa harus pelayanan pablik (sekolah) yang dibakar, lalu apa harus membiarakan anak-anak disana harus bodoh karena tidak sekolah, itu yang sangat saya sesalkan,”kesalnya.

Lebih lanjut,kata Insun, kalau saat ini permintaan ke Pemerintah Pusat (Pempus) saat ini sudah sangat susah, sehingga kenapa harus sekolah yang harus dibakar.

“Kalau mau tanya dinas, dinas mau bikin apa gedung sudah dibakar. Tapi kami telah melakukan gerakan cepat untuk mengatasi kondisi disana, dengan memerintah kepala cabang dinas di sana, agar siswa-siswi yang sekolahnya terbakar agar segera ditempatkan keseluruh sekolah yang ada, sehingga mereka tetap menerima pelajaran,”tandasnya.

Dikatakan, dengan kondisi seperti ini, Pempus sangat susah sekali memberikan bantuan, karena sebelumnya SMA tersebut pernah menerima bantuan laboratorium fisika dan rehab beberapa kelas, tapi semuanya juga turut terbakar.

“Jelas saya sangat marah, kenapa kami ini nego ke pusat untuk mendapat bantuan itu sangat susah,sekarang ini Maluku kalau mendapat bantuan itu sudah sangat susah, tapi kita juga sudah melaporkan kejadiannya, tinggal bagaimana Pempus bisa melihat hal itu,”ucapnya.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *