AMBON,N25NEWS.id-Generasi muda harus menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pancasila dan BukunTeks Utama (BTU) Pendidikan Peancasila, Pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Se-kota Ambon di Santika Hotel,Kamis ( 24/7/2025).
Lebih lanjut kata Wali Kota Ambon,kegiatan BTU senting dilakukan, mengingat kemajuan teknologi yang begitu kuat pada era sekarang ini.
Dikatakannya,satuan satuan pendidikan yang berada di ibu kota Provinsi Maluku ini, merupakan wadah bagi generasi muda untuk menginternalisasikan nilai nilai luhur pancasila.
“Generasi muda harus mengetahui tentang nilai-nilai Pancasila agar terbentuk generasi yang mencintai bangsa dan negara, serta memahami cita-cita perjuangan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Oleh sebab itu, kesadaran dan penguatan nilai nilai Pancasila sangat memperkuat dalam konteks globalisasi,distrupsi teknologi,degragasi nilai kemanusiaan ,paham paham radikalisme,sikap sikap intoleran.
“Karena itu, butuh kemauan kita bersama untuk melestarikan nilai nilai pancasila,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Drs KH Yudian Wahyudi dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan,Pancasila bukan sekedar dokumen historis/teks Normatif,melainkan juga bangsa dan pedoman hidup bersama untuk mewujudkan cita-cita indonesia yang merdeka,bersatu ,berdaulat adil dan makmur.
Pendidikan Pancasila sejak tahun 2022 menjadi kurikulum wajib yang harus diterapkan dari tingkat Dasar hingga perguruan tinggi.
Dikatakannya,sejak tahun 2023,pihaknya bersama kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi telah menghasilkan 24 Buku Teks Utama pendidikan pancaslia yang terdiri dari 12 Buku untuk siswa dan 12 buku pedoman bagi Pengajarnya.
“Kehadiran buku ini bertujuan untuk menampilkan materi pendidikan pancasila yang. sesuai dengan nilai dan fakta sejarah perumusan dan penetapan pancasila sebagai dasar negara juga pandangan hidup dan ideologi bangsa,”katanya.
Diakuinya,sejak reformasi 1998 bersamaan juga dengan penghapusan pendidikan pancasila sebagai mata pelajaran wajib dalam kurikulum nasional.
Menurutnya,BTU ini terdiri dari 30 persen materi dan dan 70 persen praktek aktualisasi dalam kehidupan sehari hari.
Kegiatan ini berlangsung selama sehari dan diikuti oleh 250 lebih guru sekota Ambon.(**)