AMBON,N25NEWS.id-Supaya diketahui pembaca,SMA Siwalima merupakan produk pemerintah Provinsi Maluku kepada siswa lulusan SMP yang berprestasi diseleksi kemudian lolos dan menjadi siswa di sekolah tersebut.Dengan anggaran sebagian besar dialokasikan dari APBD Maluku.
SMA Siwalima saat ini menjadi sorotan publik terkait dengan seleksi kepala sekolah.Banyak indikasi dan isu yang berkembang di masyarakat terkait dengan para guru yang mengikuti seleksi maupun para penilai,baik dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku maupun dewan pengawas pendidikan akan independensi dan netral dalam keputusan akan lembaga akademis tersebut.
Hal ini pun mendapat penegasan dari Ketua GMKI Cabang Ambon Apriansa Attapary.Dirinya mengungkapkan bahwasanya SMA Siwalima sebagai salah satu laboratorium pendidikan di Maluku, haruslah memiliki kapasitas pemimpin yang mampu bisa membenahi sistem dan ruang intelektual siswa,maupun guru dalam menjawab tuntutan zaman dan ilmu pengetahuan.
Dilanjutkan pula oleh Ria (Red-sapaan) yakni,dalam proses penyeleksian kepala sekolah SMA Siwalima.”Kami selaku bagian dari civil society memantau dari luar Pergerakan daripada dewan pengawas pendidikan serta Dinas Pendidikan Provinsi Maluku,”ujarnya.
Dirinya juga berharap agar objektifitas dan akuntabilitas serta transparansi dalam pengambilan keputusan sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 40 Tahun 2021 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah, dinas pendidikan perlu mengetahui data ketersediaan BCKS (Bakal Calon Kepala Sekolah).
“Untuk itu,lewat pemberitaan ini,saya berharap kepada Tim seleksi agar tolong menjaga marwah pendidikan dan jangan sampai mencoreng wajah pendidikan di Maluku,ketika keinginan untuk cerdaskan para murid haruslah dengan cerdas pula memilih pemimpin yang akan turut mencerdaskan,”
tandas Srikandi GMKI Cabang Ambon ini.(**)