AMBON,N25NEWS.id-Menjadi bunda guru tidaklah mudah,bersama PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dapat mengidentifikasi masalah-masalah mendasar guna peningkatan kualitas pendidikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Ambon,Boedewin Wattimena pada pengukuhan dan pelantikan Bunda Guru Kota Ambon, serta pembukaan Kongres I PGRI Kota Ambon periode 2025-2030 di Kamari Hotel,Kamis (20/8).
Menurut Wattimena, perlunya identifikasi masalah guna peningkatan kualitas dan mutu pendidikan.
Adapun,Lisa Wattimena yang juga Ketua TP PKK Kota Ambon dikukuhkan menjadi Bunda Guru berdasarkan SK PGRI Provinsi Maluku Nomor 12/kep/ MAL / XXXIII /2026 tertanggal 14 Agustus 2026.
Usai pengukuhan Lisa Wattimena mengatakan,dirinya berusaha menjadi mitra yang baik bagi para guru dan orangtua.
“Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah,tetapi semua pihak, karena anak merupakan penerus cita cita bangsa,”katanya.
Selain itu,Wali Kota Ambon dalam kesempatan itu menyampaikan,Pemkot berkomitmen meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan,lewat penyebaran ke sekolah-sekolah dan juga peningkatan kualitas guru.
Menurutnya,guru berperan penting dalam kemajuan negara,lewat sumber daya manusia yang dihasilkannya.
“Tanpa peran guru,cita-cita seseorang tidak akan terwujud,” terangnya.
Wali Kota juga berpesan,PGRI merupakan organisasi perkumpulan para pendidik yang memiliki tanggung jawab dalam memperjuangkan nasib guru.
“Saya berharap konferensi ini dimanfaatkan sebagai wadah untuk menyusun dan merumuskan program-program kerja dalam menopang PGRI dalam tugas pokok dan fungsinya,yang paling penting peningkatan kualitas dan mutu guru,” tukasnya.
Diketahui,Konfrensi PGRI Kota Ambon ini diikuti oleh 70 peserta.(**)