Petrus Fatlolon Dikuhkukan Sebagai Anak Adat, Tutunametal Dan Wunlah

by -24 views
by

SAUMLAKI,N25NEWS.id-Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon,SH.MH secara resmi diangkat dan dikukuhkan sebagai anak adat,Tutunametal dan Wunlah, Kecamatan Wuarlabobar,Kamis (28/4/2022).

Adapun, masyarakat Tutunametal dan Wunlah mengukuhkan Petrus Fatlolon sebagai adat,karena mereka menilai Fatlolon adalah figur yang memiliki kepribadian berupa pancaran wibawa,miliki keistimewaan dalam dirinya, sehingga, membuat rakyat sekelilingnya, nyaman dan terkesan dengan kerendahan hatinya.

Selain itu, keputusan yang dia ambil selalu penuh kebijaksanaan.Hal itu terlihat ketika dirinya melakukan Safari Ramadhan,pada 4 desa muslim.Dimana,sesuai dengan protokol harusnya Bupati telah tiba pada tempat kunjungannya sesuai jadwal.Namun karena cintanya pada rakyat ia relah abaikan jadwal.

Atas dasar itulah masyarakat Tutunametal dan Wunlah sangat berkeinginan untuk bisa bertemu dengan Bupati.Padahal sesuai jadwal Bupati harus tiba di Desa Kilon.Hebatnya,karena cinta pada rakyat Bupati bersama istrinya rela beristirahat menanti di salah satu lokasi petuanan Kelapa Satu, yang terletak diantara Desa Karatat dan Desa Wunlah.

Sementara itu,warga masyarakat Desa, Tutunametal, yang menggunakan transportasi laut, diperkirakan 20 kapal motor,memadati laut Desa Karatat dan Wunlah, hanya untuk bertemu sosok Kharismatik itu.

Kemudian Bupati Kepulauan Tanimbar bersama istri dan rombongan mengikuti acara arak-arakan di perairan Desa Wunlah.Setelah itu, rombongan pawai itu bersandar di Dermaga Wunlah untuk selanjutnya mengikuti prosesi adat panas Pela.

Bupati Petrus Fatlolon dalam arahannya mengatakan Kabupaten Maluku Tenggara Barat dirubah namanya menjadi Kabupaten Kepulauan Tanimbar.Dimana,perubahan nama ini guna mengangkat jati diri,harkat dan martabat orang Tanimbar.

“Mengangkat adat istiadat kita orang Tanimbar karena itu,nama Tanimbar, kita angkat menjadi nama Kabupaten yang kita banggakan ini,”jelas Petrus Fatlolon.

“Perubahan nama Kabupaten Kepulauan Tanimbar, merupakan satu dari sekian banyak catatan sejarah, yang telah kita lakukan, sepanjang 5 tahun pemerintahan saya selaku Bupati,”katanya.

Selanjutnya, dibidang infrastruktur telah banyak yang juga sudah dilakukan dan juga masih ada, yang perlu dibangun, untuk tahun-tahun yang akan datang.

Disinggung terkait peresmian jembatan penghubung Larat, dan Yamdena, Fatlolon tegaskan,jembatan Wear Arafura bukti pekerjaannya dimasa pemerintahannya selaku Bupati.Jembatan yang menelan ratusan milyar rupiah, dengan panjang, 327 meter yang menghubungkan pulau Larat, dan pulau Yamdena adalah bukti buah tangannya.

“Catatan sejarah lain yang perlu saya sampaikan bahwa,kita telah berhasil memperjuangkan orang Tanimbar, untuk mendapatkan porsi PI, 10 persen, Blok Masela dan puji Tuhan, Presiden RI,telah menyetujui untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mendapatkan bagian dari porsi PI, tersebut, yang akan dibangun di Kecamatan Tanimbar Selatan dan masih ada lagi prestasi-prestasi yang lain, yang telah kita capai,”ujarnya.

Pada kesempatan ini, Bupati, berpesan kepada seluruh masyarakat, untuk terus memberikan dukungan kepadanya, juga berdoa, agar mampu untuk terus, melanjutkan pemerintahan pada saat-saat yang akan datang (2024).

“Meskipun saya akan mengahakiri masa jabatan pada bulan depan,Saya tidak kemana-mana, saya tidak keluar dari Tanimbar, saya, tetap tinggal di Tanimbar, Sampai baku dapa di 2024 nanti.Karena itu, segenap warga masyarakat, Desa Tutunameta, dan Desa Wunlah, jika mau bertemu Petrus Fatlolon, dan Ibu Jois Fatlolon,bertemu kami di Saumlaki, pintu, rumah kami, dibuka untuk Bapak, Ibu, warga masyarakat yang saya cintai,”tandasnya.

Reporter ; JIAS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *