AMBON,N25NEWS.id-Seorang perempuan yang diketahui bernama Tince Leisina (45) warga Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon,Kelurahan Tihu,Kota Ambon,menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oknum caleg dari Partai Buruh,Charly Noya,pada Kamis (16/11/2023).Sekitar pukul 16.00 WIT.
Penganiayaan tersebut mengakibatkan Tince Leisina mengalami luka serius,dengan wajah babak belur dan bagian rusuk kanan korban sakit,serta mengalami demam yang cukup tinggi.
Menurut penuturan korban,awalnya korban di panggil oleh pelaku untuk duduk kumpul bareng teman-temannya.Awalnya, bincang-bincang mereka baik-baik saja dan penuh candaan.Tetapi,pelaku tersinggung ketika korban sebut lebih membelah warga yang sebagian besar berasal dari Kei Maluku Tenggara.
“Jadi Beta (saya) bilang buat pelaku,nanti kalau pemilihan Beta bisa kasih ose (kamu) 5 suara saja,sebab kalau Beta ada masalah seng (tidak) ada orang Hulaliu Amarima bantu Beta,tapi orang Kei yang bantu Beta,”tuturnya.
Akibat ucapan itu,membuat pelaku emosi dan memarahi korban dengan kata-kata kasar.Namun,korban tetap membela warga Kei.
“Kenapa ose belah kasta Kei itu,Beta paling benci kasta Kei itu,”ujar pelaku dengan nada mengejek.
Namun korban tetap pada pendiriannya yakni membela orang Kei,sebab korban juga adalah RT,jadi dia merasa bertanggung jawab membelah warganya.
Akibat pendirian korban itulah,membuat pelaku emosi dan langsung memukuli korban secara brutal,hingga menyebabkan korban babak belur.
Karena,tindakan seperti preman itu membuat adik-adik korban melaporkan pelaku ke Polisi,tepatnya di Polsek Teluk Ambon dan sekaligus membuat laporan polisi.Selain itu,korban juga telah di visum.
Untuk sementara pelaku telah diamankan.Karena masih dipengaruhi minuman keras,sehingga proses pelaporan dari pihak korban akan dilanjutkan besok.
Kejadian penganiayaan ini membuat pihak keluarga korban geram.Olehnya,pihak korban juga akan melaporkan pelaku ke KPU.
“Untuk itu,saya berharap kasus kekerasan ini harus ditangani oleh polisi dengan seadil-adilnya,sebab saya adalah perempuan yang punya harga diri.Saya juga minta KPU untuk mengevaluasi caleg preman seperti ini,”tandasnya.
Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi