LASQI Nusantara Fest 2026 Tak Hanya Soal Seni Islam, Ada Ekonomi UMKM yang Ikut Bergerak

by
by
Nuharyaty CEO - Dapoer Zirah

AMBON, N25NEWS.id -Gelaran LASQI Nusantara Fest Kota Ambon 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat menikmati seni dan budaya Islam, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kehadiran stan-stan UMKM dalam rangkaian kegiatan tersebut turut menghidupkan aktivitas perdagangan dan mempertemukan produk lokal dengan masyarakat yang hadir.

Mengusung tema “Melalui Seni dan Budaya Islam Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani,” LASQI Nusantara Fest diharapkan tidak sekadar menghadirkan kemeriahan seni dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal.

Walikota ambon Bodewin Wattimena bilang Selain menghadirkan seni dan budaya Islam, kegiatan ini turut melibatkan pelaku UMKM yang membuka stan untuk menawarkan berbagai produk kepada masyarakat.

Bagi pelaku UMKM, keramaian sebuah kegiatan menjadi peluang untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen secara langsung. Kehadiran masyarakat yang datang menyaksikan rangkaian festival membuka ruang bagi pelaku usaha untuk berinteraksi dengan calon pembeli.

Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan festival tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan seni, tetapi juga memiliki sisi ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan, pelibatan UMKM akan terus menjadi bagian dari berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Kota Ambon.

Menurut Bodewin, event yang digelar pemerintah maupun berbagai pihak perlu memberikan ruang kepada pelaku usaha lokal agar kegiatan tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Setiap event, setiap pertandingan, setiap festival selalu kita ikutsertakan UMKM,” kata Bodewin.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pelibatan UMKM tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap kegiatan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan event di Kota Ambon.

LASQI Nusantara Fest Kota Ambon 2026 mengusung tema “Melalui Seni dan Budaya Islam Merajut Silaturahmi, Membangun Ambon yang Madani.”

Tema tersebut menempatkan festival bukan semata-mata sebagai ajang pertunjukan dan kompetisi seni bernuansa Islami, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat, membangun silaturahmi, serta membuka peluang bagi sektor ekonomi masyarakat.

Dengan adanya stan UMKM di tengah kegiatan, masyarakat yang hadir tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga dapat mengenal, melihat, dan membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.

Pelibatan UMKM dalam event berpotensi menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Bagi pelaku usaha, keramaian festival dapat menjadi momentum promosi, memperluas jaringan konsumen, sekaligus menguji respons pasar terhadap produk yang mereka tawarkan.

Namun, dampak tersebut tentu perlu dilihat lebih jauh. Seberapa besar transaksi yang terjadi, berapa banyak UMKM yang terlibat, dan apakah peningkatan aktivitas ekonomi benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha selama festival berlangsung menjadi bagian penting untuk diukur.

Pemerintah Kota Ambon melalui kebijakan pelibatan UMKM menunjukkan upaya agar penyelenggaraan event memiliki manfaat yang lebih luas.

Bodewin menilai, kegiatan yang menghadirkan banyak masyarakat seharusnya dapat dimanfaatkan untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal.

Harapannya, pola tersebut dapat terus diterapkan pada berbagai kegiatan di Kota Ambon, sehingga event tidak hanya menjadi pusat hiburan, seni, olahraga, atau budaya, tetapi juga menjadi salah satu ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Jika setiap event, pertandingan, dan festival di Ambon diwajibkan memberi ruang bagi UMKM, seberapa besar dampak ekonomi yang benar-benar dirasakan pelaku usaha, dan apakah kebijakan ini akan terus dikembangkan hingga UMKM mendapatkan manfaat yang lebih besar dari setiap kegiatan di Kota Ambon?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *