SAUMLAKI,N25NEWS.id-Dalam beberapa pekan terakhir, warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) kesulitan mendapatkan minyak tanah.Pasalnya,minyak tanah di daerah ini, diduga kuat ditimbun oleh pihak-pihak tertentu, akibatnya minyak tanah yang menjadi bahan bakar utama masyarakat, menjadi langkah dipasaran.
Hasil penelusuran oleh wartawan media ini, sejumlah lokasi penimbunan di beberapa tempat yang diduga ilegal, tidak berijin, sehingga harus menyimpan, menimbun dilokasi-lokasi khusus, untuk siap diperjual belikan oknum-oknum penimbun tersebut.
Diduga sebanyak 7-10 penimbun BBM masing-masing jenis, termasuk minyak tanah, akibatnya, warga kesulitan mendapatkannya.
Olehnya Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, juga tidak boleh diam, sesungguhnya gencar melakukan pengawasan, karena ditakutkan minyak tanah ditimbun atau dipergunakan untuk kebutuhan lain, atau mencari keuntungan sendiri.
Wartawan media ini, siap membeberkan pihak-pihak yang memiliki lokasi-lokasi penimbunan yang diduga, tidak memiliki izin resmi, alias ilegal, sehingga menjadi perhatian Pemerintah Daerah, sehingga tidak apatis dalam melakukan pengawasan.
Pemerintah dinilai gagal. Karena pemerintah seharusnya, rutin melakukan pengawasan dipangkalan dan juga dipenyalur. Takutnya ada yang menjual dengan harga tinggi, untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar saat warga sedang sulit.
Diharapkan juga kepada semua kalangan masyarakat, agar memberikan informasi terkait dengan setiap pemuatan BBM, dengan kendaraan Truck umum, juga mobil tengki yang diduga dimuat ke Kecamatan Tanimbar Utara, yang telah dipesan oleh para penjual ilegal.
Disenyalir bisnis kotor ini telah berlangsung lama, olehnya pengawasan harus dilakukan.
Reporter : JM