AMBON,N25NEWS.id – Belajar bagi anak-anak tidak harus selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Pertemuan dengan teman dari sekolah lain juga menjadi ruang untuk belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, sekaligus membangun persaudaraan.
Pesan itu disampaikan Bunda Guru Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat menghadiri kegiatan Safari Belajar Murid Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3S) Kecamatan Teluk Ambon Tahun 2026 di SD Negeri 1, 2, dan 3 Poka, Selasa (15/9/2026).
Mengangkat tema “Kolaborasi Hebat, Wujudkan Kebersamaan dalam Bingkai Orang Basudara”, kegiatan tersebut mempertemukan murid dari sejumlah sekolah untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas.
Lisa menilai, kegiatan semacam ini penting karena proses pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan akademik.
Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman berinteraksi, berdiskusi, bekerja sama, dan membangun pertemanan dengan lingkungan yang lebih luas.
“Kegiatan Safari Belajar merupakan wadah yang baik untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada anak-anak di luar ruang kelas, sehingga proses pendidikan menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan kontekstual,” ujar Lisa.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu membentuk karakter anak agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama.
Lisa kemudian mengaitkan pengalaman tersebut dengan nilai orang basudara yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Maluku.
Ia mengingatkan para murid bahwa persaudaraan harus dibangun sejak dini melalui sikap saling menghargai, membantu, dan menerima perbedaan.
“Semangat orang basudara mengajarkan kita untuk saling menghargai, saling membantu, dan hidup dalam persaudaraan meskipun memiliki latar belakang yang berbeda,” jelasnya.
Bagi Lisa, perbedaan antarmurid maupun antarsekolah bukan alasan untuk saling menjauh. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika dibangun dalam semangat kebersamaan.
“Ingatlah pesan kebersamaan ini, bahwa perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekuatan dalam bingkai orang basudara,” pesannya.
Ia berharap Safari Belajar tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan atau pembelajaran di luar sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan meninggalkan pengalaman yang membentuk cara anak-anak berinteraksi dengan orang lain.
Lisa mendorong para murid untuk berani bertanya, mengamati, berdiskusi, bekerja sama, serta membangun persahabatan dengan teman-teman baru.
Ia juga mengapresiasi K3S SD Kecamatan Teluk Ambon, para kepala sekolah, guru, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Lisa, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tandasnya.
Lisa pun mengajak para murid membawa nilai persaudaraan yang diperoleh selama Safari Belajar ke lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
“Selamat mengikuti kegiatan Safari Belajar,” pungkasnya.