Hadapi Perubahan Musim, Pemprov Maluku Perkuat Antisipasi Karhutla dan Kekeringan

by
by

AMBON, N25NEWS.id – Pemerintah Provinsi Maluku mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan, menyusul informasi prakiraan musim hujan yang disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon.

Informasi tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten II Sekda Maluku, Kasrul Selang, di Ruang Rapat Lantai II Kantor Gubernur Maluku, Kamis (8/10/2026). Pertemuan diikuti BPBD, BMKG, organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya secara langsung maupun daring.

Kasrul mengatakan, prakiraan BMKG menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan langkah antisipasi, terutama karena kondisi cuaca dan awal musim hujan tidak berlangsung seragam di seluruh wilayah Maluku.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, tetapi menjadi informasi bagi kita semua agar dapat melakukan langkah-langkah antisipasi. Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat harus bersama-sama menghadapi kondisi ini,” kata Kasrul.

Menurutnya, pemaparan BMKG memberikan gambaran mengenai zona musim, termasuk perkiraan awal musim hujan dan durasinya di sejumlah wilayah. Informasi tersebut penting karena masih terdapat daerah yang menghadapi risiko kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

Kondisi itu mendorong Pemprov Maluku memperkuat koordinasi lintas sektor. BPBD akan mengoordinasikan OPD dan instansi terkait, termasuk sektor kehutanan, pertanian, pekerjaan umum dan kesehatan, agar informasi cuaca dapat diterjemahkan menjadi langkah kesiapsiagaan dan mitigasi di lapangan.

Kabut Asap Juga Jadi Perhatian
Selain potensi karhutla dan kekeringan, kondisi kabut asap yang terjadi di Ambon turut menjadi perhatian pemerintah.

Kasrul menjelaskan, sumber asap tidak selalu berasal dari wilayah Pulau Ambon.

Asap dapat terbawa angin dari wilayah lain sehingga memengaruhi kualitas udara, jarak pandang hingga aktivitas penerbangan.

Karena itu, pemerintah mendorong masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa sumber yang jelas. Informasi mengenai cuaca dan kondisi lingkungan, kata Kasrul, sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

“Kami berharap masyarakat rajin melihat informasi, tetapi informasi yang betul. BMKG akan terus menyampaikan informasi melalui kanal-kanal resmi yang tersedia,” ujarnya.

Pemprov Maluku selanjutnya akan memperkuat koordinasi antarinstansi untuk memastikan langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi peningkatan risiko karhutla, kekeringan maupun dampak cuaca lainnya.

“Informasi dari BMKG ini akan menjadi acuan kita untuk mengambil langkah-langkah ke depan. Intinya, kita harus siap dan melakukan antisipasi bersama,” pungkas Kasrul.

Rapat tersebut dihadiri Kepala BPBD Maluku beserta jajaran, Kepala BMKG dan jajaran, pimpinan OPD terkait, TNI/Polri serta pemangku kepentingan lainnya.

Sumber: Diskominfo Maluku
Editor: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *