AMBON,N25NEWS.id-Menggelar Festival Musik yang bertajuk “Harmoni Yang Menyatukan” Ansambel Musik Benteng Dan SDN 8 Ambon mendapat apresiasi dari PJ Walikota Ambon Bodewin Wattimena
Menurutnya ajang tersebut dapat memberikan semangat kepada generasi muda untuk berinovasi serta melakukan terobosan baru.
Hal tersebut disampaikan Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena,dalam sambutannya pada acara Festival Seni Musik, bertajuk “Harmoni Yang Menyatukan” Ansambel Musik Benteng Dan SDN 8 Ambon yang berlangsung pukul 19.00 WIT di Catholic Center,Benteng Ambon,Jumat (2/12/2022).
Menurutnya, perjuangan bukan hanya milik Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon saja,namun didukung oleh seluruh elemen masyarakat,sehingga Kota Ambon berhasil mendapatkan julukan sebagai Ambon City of Music dunia.
“Untuk itu,ditetapkan Kota Ambon sebagai Kota Musik Dunia,kami persembahkan kepada masyarakat Kota Ambon dan bahkan semua masyarakat Maluku sebagai sebuah kehormatan dan kebanggaan,”ujar Wattmena.
Selain itu,Festival Seni Musik dengan tema besarnya “Harmoni Yang Menyatukan”, didukung oleh Ansambel musik Benteng,bersama SD Negeri 8 Ambon,serta penampilan dari Jukulele,Totobuang,Hawaian dan Hadrad ini,sangat luar biasa,karena performance dari berbagai komunitas musik tradisional tersebut membuktikan bahwa musik telah menglobal dan berkembang sesuai zaman.
“Saya tidak berjalan sendiri,karena dibantu oleh para pimpinan OPD lainnya,terutama di bidang pendidikan, pariwisata yang sangat mendukung,sehingga bakat-bakat yang dimiliki anak-anak terus bertumbuh menjadi lebih baik,”paparnya.
Sedangkan di kesempatan yang sama,Pembina Mollucan Jukulele Leaders,Danlantamal mengatakan, Festival Seni Musik patut diapresiasi,sebab kegiatan musik dapat membentuk karakter generasi muda dalam berekspresi di dunia musik,terutama menanamkan rasa cinta musik lokal,serta mampu bersaing dengan musik-musik dari luar Maluku.
“Festival Musik Ansambel merupakan wadah kreatif bagi anak-anak muda Maluku dan mengembangkan musik tradisional,sebagai bentuk kelestarian warisan budaya kita yang sesuai dengan tema diatas “Harmoni Yang Menyatukan”,jelasnya.
Adapun,kata dia kegiatan Festival Seni Musik merupakan agenda Pemkot Ambon,sekaligus kota kreatif untuk bermusik dan juga sebagai ruang pengembangan minat dan bakat bagi anak-anak berekspresi melalui musik.
Dikatakannya lagi,musik tradisional sangat istimewa karena awalnya hanya diikuti beberapa anak-anak,namun sekarang jumlahnya audahbmencapai 4000 lebih.Mudah-mudahan jumlahnya bisa melampaui batas yakni 6.500 orang,sehingga bisa masuk rekor dunia.
“Saya mohon semua pihak mendukung rencana besar ini,dalam memajukan musik tradisional,sekaligus mengangkat nama Maluku dipentas internasional,”paparnya.
Sementara itu,Pimpinan Ansambel Jukulele Benteng,Stevi Sahetapy mengatakan,musik tradisional ukulele tidak hanya golongan tertentu,namun ukulele menyatuhkan semua,baik itu,agama,golongan maupun suku.
“Jadi orang berpikir ukulele itu hanya orang Kristen,padahal itu pemikiran keliru,sebab Jukulele menyatukan dan sama sekali tidak ada sekat antara satu dengan yang lain.Bahkan yang membuat kita saling mengenal,”paparnya.
“Untuk itu, Jukulele jika kita satukan dari berbagai golongan akan tercipta Harmoni yang selaras dan tidak ada perbedaan.Dengan demikian jika kita tampil mengisi acara, basudara Kristen dan Islam akan bergabung dalam musik yang akan tercipta Harmoni yang luar biasa bagus,”pungkasnya.