Tinjau Lokasi Pabrik Batching Plant,Pemneg Jawab Keluhan Masyarakat Hative Besar

by -34 views
by

AMBON,N25NEWS id-Aktivitas pabrik Batching Plant di kawasan Negeri Hative Besar,tepatnya pada RT 04/RW 03 Dusun Wailaa Kecamatan Teluk Ambon,dikeluhkan warga.Pasalnya keberadaan pabrik tersebut diduga telah mencemarkan lingkungan.

Keluhan masyarakat tersebut menurut Ketua Saniri Negeri Jacob Nunumete di sampaikan dalam Musrembang tingkat desa  yang di gelar beberapa waktu lalu.

Untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut, perangkat negeri, Saniri dan tim ahli dari unpatti melalukan On The Spot ke lokasi.

“Kami selaku Saniri Negeri Hative Besar sudah memanggil pihak ketiga untuk untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan on the spot langsung ke lapangan, untuk mengetahui penyebab pencemaran lingkungan tersebut,”ungkap Nunumete.

Untuk mengetahui penyebab pencemaran lingkungan itu,sebagai masyarakat awam pihaknya tidak mengetahui pencemaran itu sampai tingkat mana ?.Olehnya,Saniri Negeri Hative Besar mengundang pihak Unpatti untuk melihat langsung kondisi lingkungan Hative Besar yang diduga tercemar.

“Yang kita tau besok mahasiswa Unpatti akan turun ke lokasi untuk mengambil sampel untuk di uji,nanti hasilnya baru kita bisa tau pencemaran lingkungan itu sudah sampai tingkat mana,”tandasnya.

Hal senada di sampaikan Pejabat Negeri Hative Besar, peninjauan yang dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat, terhadap Pabrik Batching Plant yang diduga mencemari lingkungan serta membuat bising karena beraktifitas pada malam hari.

“Persoalan ini berawal dari keluhan yang disampaikan masyarakat pada Musyawarah dan Penyusunan RKP yang kami gelar,” Ungkap Penjabat Pemerintah Negeri Hative Besar, J. Nuansa Sangadji.

Dikatakan, warga resah dengan debu, bising, serta pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas pabrik. Untuk itu, solusi tepat yang dilakukan adalah peninjauan ke lokasi pabrik.

“Nah, karena kami tidak bisa menentukan apakah tercemar atau tidak, makanya kami libatkan para ahli dari Universitas Pattimura untuk mengkaji kandungan yang ada pada air laut,” katanya.

“Nanti kalau hasil kajian dari ahli sudah ada barulah kami bisa menarik kesimpulan tercemar atau tidak, serta memberikan dampak lingkungan yang sehat atau tidak,” imbuhnya.

Dengan demikian, Penjabat yang tergolong masih sangat muda ini berharap, peninjauan ini dapat menjawab keresahan masyarakat.

“Kedepannya saya minta kita sama-sama menjaga Negeri Hative Besar ini, agar aman dan tidak ada yang terkena dampak dari kegiatan-kegiatan yang mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu,menurut Sekretaris Pusat Studi Lingkungan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon,DR.Nety Siahaya menyampaikan bahwa lingkungan harus betul-betul mendapat perhatian serius dan itu wajib,karena sesuai dengan undang-undang 32 tahun 2019,yang mengatakan semua orang wajib hukumnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.Selain itu,menjaga lingkungan untuk kepentingan bersama.

Lebih lanjut,Nety Siahaya mengatakan langkah selanjutnya terkait dengan dugaan  pencemaran lingkungan ini,pihaknya akan melakukan pengambilan sampel untuk menganalisa sedimen dan air,guna menjadi dasar dan mengetahui seberapa besar daerah ini sudah tercemar atau tidak,karena itu akan dibuktikan dengan analisa laboratorium.

“Nantinya kita akan mengambil sampel untuk mengetahui sumbernya,”papar Nety Siahaya.

Menanggapi hal tersebut, Bos Pabrik Batching Plant yang biasa disapa Ko Teli membenarkan bahwa, memang ada sampah sisa semen yang bertumpukan dekat pinggiran pantai.

Akan tetapi, hal itu menurutnya bukanlah satu hal yang disengajakan, dan bukan tanpa alasan.

“Sampah itu sebenarnya sudah harus kami angkat, akan tetapi karena semua alat berat kami sementara dipakai untuk pekerjaan di Polda Maluku, maka kami harus bersabar hingga selesai barulah kami bisa mengangkutnya,” katanya.

Selain itu, lanjut Teli, antara jarak pantai dan tumpukan sampah ada pagar atau pembatas yang dibuat, agar tidak mencemari lingkungan.

“Kami juga tidak mau lingkungan tempat kami mencari nafkah tercemar. Untuk itu marilah kita cari solusi yang terbaik, serta saling mendukung satu sama lain demi kemajuan Negeri bahkan Kota Ambon,” pintanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *