AMBON,N25NEWS.id – Kondisi antrean panjang untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) masih berlanjut pagi ini 31 Maret 2026,di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pom bensin mini di Kota Ambon hingga hari ini (Jumat). Antrean yang mulai muncul sejak pagi hari bahkan diperpanjang hingga ke beberapa ruas jalan utama, memicu kemacetan yang cukup parah.
Di kawasan SPBU Pantai Mardika, antrean kendaraan mencapai lebih dari 1 kilometer dan memakan waktu hingga 3-4 jam untuk bisa mengisi bahan bakar. Beberapa pengendara mengaku telah berkeliling ke beberapa SPBU sebelum akhirnya menemukan yang masih bisa melayani.
Pom bensin mini di kawasan Waihaong, Teluk Ambon, dan Wayame melaporkan bahwa stok BBM mulai terbatas, bahkan sebagian sudah terpaksa menutup sementara karena habis tersedia. Pedagang pom mini mengaku telah mengajukan permintaan tambahan stok ke pihak distributor namun belum mendapatkan tanggapan yang jelas.
Antrean tidak hanya terjadi untuk BBM bersubsidi seperti Pertalite, tetapi juga untuk jenis nonsubsidi seperti Pertamax, yang menunjukkan bahwa kekhawatiran masyarakat tidak hanya terkait kelangkaan tetapi juga isu kenaikan harga yang beredar.
Keterangan resmi dari Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menyatakan bahwa stok BBM di terminal utama masih aman dan distribusi terus dilakukan. Namun, kendala teknis pada beberapa titik dan tingginya permintaan akibat panic buying akibat hoaks kenaikan harga BBM pada 1 April mendatang menjadi faktor utama penyebab antrean.
Ketua DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela, kembali mendesak pihak Pertamina untuk segera mengidentifikasi akar masalah dan meningkatkan efisiensi distribusi agar kondisi ini tidak semakin memburuk.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena juga kembali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, karena stok BBM di kota ini masih dalam kondisi cukup.
Apakah Anda ingin mengetahui informasi terkait lokasi SPBU atau pom mini yang masih memiliki stok BBM di sekitar Anda